Swasembada Sapi, Pemerintah Diminta Perhatikan Industri Pakan Ternak

Suci Sedya Utami    •    Sabtu, 22 Aug 2015 18:12 WIB
swasembada sapi
Swasembada Sapi, Pemerintah Diminta Perhatikan Industri Pakan Ternak
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Nawir Messi memandang penurunan harga daging sapi yang sempat melonjak diibaratkan hanya sekadar obat pereda rasa sakit. Ia pun menilai percuma, sebab penurunan tersebut tanpa ada strategi ke depan agar tak melonjak kembali.

"Kalau dilihat pernyataan Menteri Pertanian bahwa harga sudah turun, saya kira bukan itu (solusinya)," terang Nawir dalam diskusi di Restoran Gado-Gado Boplo, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2015).

Menurut dia, dengan turunnya harga daging sapi tidak serta merta menyelesaikan karut marut kelola pangan di dalam negeri. Dibutuhkan, sebuah kerangka kebijakan yang mampu merespon persoalan untuk jangka panjang.

"Kalau saya lihat persoalan daging membutuhkan sebuah kerangka kebijakan yang tidak hanya merespons persoalan jangka pendek," tuturnya.

Lebih jauh dia memandang dibutuhkan sebuah regulasi yang menciptkan kepastian di pasar untuk jangka menengah dan panjang. "Yang diperlukan adanya regularitas ada kebijakan yang mampu secara jangka pendek dan menengah menjamin keberadaan itu," tuturnya.

Salah satu kebijakan yang perlu dikelola baik untuk jangka panjang, tambah Nawir, yakni terkait pakan sapi itu sendiri. Bagaimana suatu negara mampu mencapai swasembada daging sapi jika pakanannya masih impor.

"Kita tidak mungkin bicara mengenai peternakan sapi dalam negeri kalau enggak bicara soal pembibitan. Bibitnya dari mana, itu semua impor," tegasnya.

Hal itu, tambah Nawir, belum termasuk persoalan terkait pembiayaan. Oleh karena itu, Nawir menilai dibutuhkan koordinasi secara komprehensif guna menyelesaikan permasalahan daging sapi di dalam negeri.

"Menurut saya tidak sekadar berhenti kepada boleh tidaknya impor tetapi sesutu harus dilakukan secara terkoordinasi antar stakeholder. Kalau memang kebijakan tata niaga mau diteruskan harus ada upaya mendorong bibit dalam negeri yakni mendorong industri pakan dalam negeri," pungkasnya.


(AHL)

Ingin Jenguk Setnov di RSCM Harus Izin ke KPK

Ingin Jenguk Setnov di RSCM Harus Izin ke KPK

1 hour Ago

Ketua DPR Setya Novanto masih menjalani perawatan intensif di RSCM, Jakarta Pusat. Hingga kini,…

BERITA LAINNYA