Perlambatan Ekonomi karena kenaikan BBM Bersubsidi

Dian Ihsan Siregar    •    Minggu, 23 Aug 2015 14:22 WIB
ekonomi indonesia
Perlambatan Ekonomi karena kenaikan BBM Bersubsidi
BBM bersubsidi. FOTO ANTARA: Hadifz

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎ Pemerintah Indonesia seharusnya tidak melulu menyalahkan kondisi eksternal sebagai biang keladi bagi perlambatan ekonomi. Hal ini jika mengacu kepada data pertumbuhan ekonomi di semester I-2015 yang menjadi 4,67 persen atau meleset dari posisi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2015 sebesar 4,71 persen.

"Jadi faktor utama adalah policy maker, itu yang harus dipahami, jangan salahkan faktor eksternal. Daya beli masyarakat kita turun karena policy maker kita, seperti BBM bersubsidi yang naik," kata ‎Ekonom Indef Enny Sri Hartati, ketika ditemui dalam acara diskusi Senator ‎Kita di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (23/8/2015).

Dia menjelaskan, pelaku UMKM sudah tidak banyak yang berproduksi‎ lagi, karena daya beli masyarakat yang turun. Alhasil ekonomi Indonesia pun mengalami pelemahan.

"Sudah tidak produksi lagi sejak akhir 2014, karena tidak ada kebijakan konkrit dari pemerintah," jelas dia.

Kenaikan BBM yang dilakukan Presiden Jokowi pun sudah dirasakan masyarakat luas, khususnya terhadap daya beli masyarakat. Meski, kebijakan itu‎ memiliki artian untuk membenahi defisit anggaran di APBN.

"Kami selalu minta subsidi dikurangi, tapi subsidi dikurangi bukan selalu diartikan harganya menjadi membabi buta," tegas Enny.

Ditambahkannya, harga minyak global yang turun sangatlah menguntungkan Pemerintahan Jokowi, seharusnya harga BBM tidak dinaikkan secara membabi buta. Hal itu sangatlah fatal, karena daya beli masyarakat turun, seperti yang terjadi saat ini


(SAW)