Mengaku Polisi, 2 Siswi SMA Rampok Mahasiswa

M. Harizal    •    Minggu, 23 Aug 2015 16:39 WIB
perampokan
Mengaku Polisi, 2 Siswi SMA Rampok Mahasiswa
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Medan: Mengaku polisi dan berpura-pura melakukan penggerebekan, dua siswi SMA swasta dan empat teman lelakinya merampok dua orang mahasiswa. Keenam tersangka ini mengaku sudah berkali-kali menjalankan praktik serupa di berbagai tempat, hingga akhirnya berhasil diciduk Tim Khusus Polresta Medan, Sumatera Utara.

Para tersangka yang relatif masih muda ini ditangkap dari tempat persembunyian mereka. Mereka antara lain siswi SMA berinisial RND dan SIH, dua mahasiswa berinisial WS dan RD, siswa SMA berinisial RH, dan pengangguran berinisial MRA.

Berdasarkan pengakuan para tersangka kepada penyidik, mereka menyusun strategi dengan menjebak mahasiswa pedagang jam tangan yang berjualan secara online.

Setelah memesan kamar di sebuah hotel berbintang di Jalan Sisingamangaraja, Medan, tersangka kemudian menelpon korban berpura-pura hendak membeli jam tangan. Saat korban datang, mereka diarahkan untuk bertemu dua perempuan cantik di dalam kamar hotel.

Begitu tiba di kamar, mereka langsung digerebek. WS dan RD mengaku sebagai penyidik dan ketua tim penyidik. Keduanya menunjukkan lencana palsu dan menuduh kedua mahasiswa itu tengah bertransaksi narkoba dengan dua perempuan komplotannya.

Karena gugup dan yakin tidak terlibat, korban hanya ikuti perintah para tersangka. Saat itulah semua harta korban diangkut dengan alasan sebagai barang bukti, termasuk 20 jam tangan bernilai puluhan juta rupiah yang awalnya hendak dijual.

Korban kemudian disekap di dalam kamar, sementara keenam pelaku kabur dengan alasan akan melakukan pengembangan kasus.
Beberapa jam berada di dalam kamar, korban akhirnya keluar dan sadar dirinya telah menjadi korban perampokan.

Korban kemudian mengadu ke Polsekta Medan Kota. Tak lama, para tersangka berhasil ditangkap Tim Reskrim Polresta Medan Kota. "Para tersangka ini sering mengaku sebagai polisi dan sudah berkali-kali melakukan modus tersebut," kata Kasar Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono, Minggu (23/8/2015).

Bahkan, lanjut Aldi, mereka berhasil meminta uang puluhan juta rupiah kepada korban yang mereka gerebek. Dengan alasan korban tak diboyong ke kantor polisi.


(UWA)