Pembatasan Valas Dinilai Tidak Tepat

Dian Ihsan Siregar    •    Minggu, 23 Aug 2015 18:21 WIB
valas
Pembatasan Valas Dinilai Tidak Tepat
Illustrasi mata uang Rupiah dan Dollar AS. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembatasan pembelian valuta asing (valas) yang diutarakan Bank Indonesia (BI) menjadi USD25 ribu dari USD100 ribu sangatlah tidak tepat pada waktu ini. Sebab, dengan adanya pelemahan nilai tukar rupiah yang saat ini terjadi, pembatasan pembelian valas hanya membuat masyarakat khawatir.

"Peraturan BI membatasi valas tidak tepat, situasi saat ini melemah, orang khawatir, lalu ada aturan pembatasan, apakah itu tidak membuat masyarakat jadi lebih khawatir," kata Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo ‎ketika ditemui dalam acara diskusi Kisruh Istana di Bisnis negara: Antara Utang dan Kepentingan di Kedia Kopi Deli Sarinah, Jaka‎rta, Minggu (23/8/2015).

Masyarakat yang tidak memikirkan pembelian dolar AS (USD), menurut Andreas, akan membuat masyarakat khawatir disaat membeli USD‎.

Dengan kondisi saat ini, dia menegaskan, BI harusnya memiliki opsi yang lain ketimbang membatasi pembatasan valas. Bisa dicontohkan seperti menarik devisa dari perusahaan besar yang menaruh valasnya ke negara lain.

‎"Fokus ke perusahaan-perusahaan besar itu, pasar valas kita sempit baru USD1 miliar-USD2 miliar per hari, bila dibanding negara lain pasar valasnya yang sudah mencapai ratusan miliar USD per hari," pungkas dia.

 


(SAW)