Rizal Ramli: Masalah Dwelling Time di Tanjung Priok Rumit

Eko Nordiansyah    •    Minggu, 23 Aug 2015 18:26 WIB
dwelling time
Rizal Ramli: Masalah <i>Dwelling Time</i> di Tanjung Priok Rumit
Illustrasi dwelling time. MI/Abdus

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli menyebutkan masalah dwelling time di pelabuhan Tanjung Priok tergolong rumit. Pasalnya masalah mulai dari biaya, akses, serta keterbukaan informasi di Tanjung Priok masih perlu dibenahi.

"Memang ada masalah karena biaya untuk menyimpan kontainer di Tanjung Priok relatif murah daripada menyimpan di gudang swasta. Ini kita akan benahi pricing-nya supaya enggak terlalu murah," ujarnya di kediamannya Jalan Bangka IX No. 49 R, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2015).

Dirinya menambahkan, murahnya biaya simpan di pelabuhan menyebabkan pengusaha membiarkan kontainernya bertahan dua hingga tiga bulan di pelabuhan. "Kita perbaiki pricing policy-nya supaya orang cepat angkat kotainer," terangnya.

Selain itu, dirinya juga menginginkan jika ada jalur kereta api (KA) yang langsung terhubung ke tempat loading barang di pelabuhan. Sehingga akan mengurangi biaya di perusahaan serta mengurangi kemacetan yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Jadi kami akan menegaskan, minta kepada yang terkait, supaya jalur KA bisa langsung ke loading dan up loading supaya beban ke Tanjung Priok berkurang," sambung dia.

Menko Rizal juga berharap sistem teknologi informasi yang ada di International Container Terminal (ICT) bisa diperbaiki. Sebab, di luar negeri pengusaha bisa dengan mudah menemukan letak kontainer mereka karena sudah diletakkan dengan sesuai.

"Kita teknologi informasinya enggak canggih malah dibikin ribet. Jadi kalau ada pengusaha kontainer nyari enggak tahu, (pengusaha) mesti bayar," pungkas dia.

 


(SAW)