BKPM: Kawasan Industri Terintegrasi Pelabuhan Potensial Jadi Pusat Logistik

Arif Wicaksono    •    Minggu, 23 Aug 2015 21:03 WIB
bkpm
BKPM: Kawasan Industri Terintegrasi Pelabuhan Potensial Jadi Pusat Logistik
Kepala BKPM MI/Panca

Metrotvnews.com, Gresik: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menilai kawasan industri yang mengintegrasikan antara kawasan industri dengan infrastruktur pendukung, seperti pelabuhan laut dalam, power plant, jalan tol, kereta api, sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pusat logistik.

“Kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan potensial dikembangkan sebagai pusat logistik. Dengan demikian, dapat membuat biaya logistik lebih efisien. Kami akan membicarakan lebih lanjut dengan Bea Cukai untuk mendukung kemungkinan tersebut,” kata Franky dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (23/8/2015).

Franky menambahkan, apabila pengelola kawasan industri juga mengembangkan kawasannya sebagai pusat logistik akan meningkatkan daya saing kawasan sebagai tempat berinvestasi. Menurutnya, konsep serupa juga dapat dikembangkan pada pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK).

Dia menjelaskan, kemudahan logistik, baik menyangkut ekspor dan impor, dapat memperkuat daya tarik kawasan ekonomi khusus, selain berbagai kemudahan fiskal dan nonfiskal yang sedang dipersiapkan pemerintah.

JIIPE memiliki kawasan industri seluas 2.933 hektare (ha) dilengkapi pelabuhan laut seluas 406 ha dan kawasan hunian seluas 77 ha. Nilai total investasi pengembangan kawasan industri ini sebesar Rp50 triliun. Kawasan industri ini dikelola oleh perusahaan patungan antara PT. AKR dan Pelindo III.

Saat ini, JIIPE sedang memasuki masa konstruksi yang dilakukan oleh dua BUMN yaitu PT. Hutama Karya dan Waskita Karya. Dalam proses konstruksi ini, terserap 1.500 tenaga kerja langsung, di mana 90 persen berasal dari masyarakat di sekitar kawasan industri, yaitu Kecamatan Bungah dan Kecamatan Manyar Gresik.

Menurut keterangan pihak pengelola, sudah ada lima perusahaan yang membangun di kawasan industri, yaitu perusahaan smelter, petrokimia dan pengolahan garam untuk industri. Kelima perusahaan sedang melakukan konstruksi dan dapat menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja langsung. Sementara itu, seluruh kawasan industri ini dapat menyerap sekitar 50 ribu tenaga kerja langsung.

 



(SAW)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA