Ini Penyebab Lamanya Bongkar Muat di Tanjung Priok

Annisa ayu artanti    •    Senin, 24 Aug 2015 12:54 WIB
dwelling time
Ini Penyebab Lamanya Bongkar Muat di Tanjung Priok
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyaknya permasalahan yang tengah terjadi di pelabuhan menjadi sorotan tersendiri. Hal ini dikarenakan permasalahan tersebut memiliki dampak bagi ketepatan dan kecepatan kapal dalam melakukan bongkar muat.

Menurut Direktur Jendral Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Bobby Mamahit, salah satu penyebab permasalahan itu ialah padatnya lalu lintas laut. Hal itu akan berdampak pada waktu yang diperlukan kapal untuk melakukan bongkar muat.

"Sekarang bagaimana kapal datang tepat waktu dan cepat dilayani," ucap Bobby, dalam Seminar Nasional bertajuk "Sinkronisasi Pengaturan di Sektor Pelabuhan Dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing di Dunia Internasional", di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Senin (24/8/2015).

Ia mengungkapkan dirinya pernah melakukan pemantauan lewat udara untuk melihat lalu lintas yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok. Menurut pengamatannya lalu lintas yang ada saat itu termasuk padat. Setidaknya ada 300 kapal barang terdiri dari kapal besar dan kecil mengantri untuk melakukan bongkar muat.

Kalau sebanyak ini, lanjutnya, jelas membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya. "Pengamatan dari udara. Di area Pelabuhan Priok ada sekitar 300 kapal yang berlalu di area Tanjung Priok," ungkap dia.

Selain itu, masih kata Bobby, permasalahan lainnya ada diluar sisi yakni pada area sekitar pelabuhan. Sektor infrastruktur di sekitar pelabuhan sangatlah kurang. Pasalnya, saat ini akses keluar masuk Perlabuhan Tanjung Priok sangatlah padat sehingga berdampak pada tersendatnya keluar masuknya kontainer ke dalam atau ke luar pelabuhan.

"Priok di dalam pelabuhan lancar, tapi jalan di luar pelabuhan tidak tertata baik. Pelabuhan akan stuck (macet). Sekarang ini masih terjadi, karena pembangunan akses jalan di luar pelabuhan belum selesai," pungkas dia.


(ABD)