Kemenag Lepas 150 Penerima Beasiswa Program Doktor

M Rodhi Aulia    •    Senin, 24 Aug 2015 14:01 WIB
beasiswa
Kemenag Lepas 150 Penerima Beasiswa Program Doktor
Menteri Lukman foto bersama penerima beasiswa. Foto: MTVN/M. Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Agama melepas 150 orang penerima beasiswa program 5.000 doktor untuk menempuh pendidikan di dalam dan luar negeri. Program ini untuk guru, dosen, laboran, dan pustakawan.

"Program ini adalah instrumen transformasi fundamental bagi pembangunan mental bangsa. Kualitas pendidikan ditentukan salah satunya dengan guru atau dosennya. Maka yang perlu dilakukan adalah memperbaiki kualitas mereka," kata Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin  di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2015).

Untuk menghadapi tantangan masa depan, Kementerian Agama masih kekurangan tenaga pendidik yang cakap dan berintegritas. "Sekarang, doktor kita hanya 13 persen atau 2.920 orang di bawah Kemenag," ujar Kamaruddin.


Menteri Agama Lukman Hakim melepas merepati. Foto: MTVN/M. Rodhi Aulia

Ratusan calon doktor ini akan menempuh pendidikan 16 perguruan tinggi keagamaan Islam dan 14 perguruan tinggi umum. Untuk di luar negeri, mereka akan tersebar di Australia, Inggris, Malaysia, Mesir, Belanda, Saudi Arabia, Jepang, Jerman, Prancis, Sudan, Kanada dan Turki.

"Mereka menempuh berbagai disiplin ilmu sesuai minat dan bidangnya. Seperti dosen kesehatan, belajar kembali kesehatan. Dosen arsitek belajar arsitek, ke negara barat dan Eropa. Dosen agama belajar di Timur Tengah," katanya.

(Klik: Penerima Beasiswa Supersemar dari Rektor sampai Menteri)

Menurut Kamaruddin, baru kali ini Kementerian Agama dapat memberangkatkan ratusan hingga ribuan doktor yang sangat masif dengan sumber dana dari APBN. "Kalau boleh sebar kabar gembira, baru inilah pengiriman dosen secara massif yaitu di zaman Menteri Lukman Hakim Saifuddin," ujar dia.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melepas burung merpati sebagai simbol mengantarkan para calon doktor ke berbagai universitas. Program ini diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara pada 19 November 2014. Bentuk beasiswa ini adalah bantuan biaya pendidikan sepenuhnya dan bantuan biaya untuk penyelesaian tesis (S2) dan disertasi (S3).


(TRK)