Pertama Kali, Pemerintah Lakukan Ijon Utang

Suci Sedya Utami    •    Senin, 24 Aug 2015 15:47 WIB
utang luar negeri
Pertama Kali, Pemerintah Lakukan Ijon Utang
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Pakpahan mengatakan pemerintah berencana mengajukan penerbitan atau penarikan utang yang bisa dilakukan di akhir 2015 untuk pembiayaan 2016 atau yang biasa disebut ijon.

Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 pasal 2016. Dalam hal ini, Robert menjelaskan strategi penarikan utang di akhir tahun untuk pembiayaan pada tahun anggaran berikutnya merupakan yang pertama kali.

"Dalam RUU RAPBN 2016 dimungkinkan ada refunding yakni penerbitan diperkenankan sebelum awal tahun. Belum disetujui, tapi kami ajukan," kata Robert, di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2015).

Ijon ini dilakukan karena Presiden Joko Widodo menginginkan belanja pemerintah digelontorkan di awal tahun sehingga membutuhkan anggaran untuk membiayai belanja tersebut. Sementara selama ini, penerbitan utang hanya boleh dilakukan di/untuk tahun anggaran yang sama. Misal, untuk pembiayaan 2015, pemerintah baru bisa menerbitkan utang terhitung 1 Januari 2015.

"Di UU APBN yang selama ini, kalau mau menerbitkan utang dimulai 1 Januari. Dengan aturan di RUU RAPBN 2016 mungkin bisa dilakukan Desember," pungkasnya.

Asal tahu saja, RUU RAPBN 2016 pasal 27 ada beleid yang mengatakan dalam rangka menjamin ketersediaan anggaran di awal 2016, pemerintah dapat melakukan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) di kuartal IV-2015.


(ABD)