Lebih Baik Naikkan Harga Rokok ketimbang BBM

   •    Sabtu, 15 Jun 2013 15:19 WIB
Lebih Baik Naikkan Harga Rokok ketimbang BBM
ANTARA/M Agung Rajasa/bb

Metrotvnews.com, Jakarta: Politikus PDI-Perjuangan (PDI-P) Maruarar Sirait menyayangkan sikap pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan alasan menyelamatkan APBN. Ia menilai keputusan itu sebagai bentuk pemikiran instan.

Menurut Ara, demikian ia biasa disapa, banyak alternatif untuk menyelamatkan APBN. Ia mencontohkan penghematan jalan dinas, menaikkan bea batu bara, dan meningkatkan cukai rokok. Ia menilai alternatif itu dapat menambah penerimaan negara.

"Ayo kita naikkan bea keluar batu bara Rp 40 triliun per tahun. Kita naikkan tarif cukai untuk minuman bersoda. Rokok juga. Ada satu jenis rokok itu 20 miliar batang per tahun. Dinaikkan Rp 100 saja itu sudah mencapai Rp 2 triliun," ujar Ara saat ditemui di Jakarta, Sabtu (15/6).

Ara menambahkan banyak anggaran di kementerian yang tidak terserap seratus persen. Dari sisi itu, lanjut Ara, pemerintah sebenarnya masih memiliki tambahan alokasi anggaran untuk menutupi kekurangan dalam anggaran subsidi. Selain itu, anggaran perjalanan dinas, pemerintah dan DPR juga bisa dihemat.

"Ada sisa anggaran Rp 30 triliun per tahun. Ada perjalanan dinas yang audit BPK dan sudah jelas ada pemborosan. Kita harus tunjukkanlah DPR lakukan penghematan. Jangan rakyat saja dibuat berhemat," kata Ketua DPP PDI-P tersebut.

Anggota Komisi XI DPR RI itu menegaskan partainya tidak asal sembarangan menolak penaikan harga BBM. Menurutnya, pemerintah masih punya banyak alternatif untuk menyelamatkan kas APBN tanpa harus mencabut subsidi BBM.

"Kecuali kita enggak ada pilihan. Mari kita tingkatkan pos-pos penerimaan, dilain pihak mari kita lakukan penghematan. Saya yakin itu bisa jadi solusi, dan kita sama-sama tidak mengambil keuntungan politik," kata Ara.


MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

4 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA