Golkar akan Copot Rusli Zainal

- 15 Juni 2013 18:47 wib
Antara/Wahyu Putro A/vg
Antara/Wahyu Putro A/vg

Metrotvnews.com, Jakarta: Rusli Zainal ditahan dengan status sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi pemanfaatan hasil hutan di Kabupaten Siak dan Pelalawan pada 2005-2006. Untuk itulah, Golkar akan mencopot Rusli dari jabatannya Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hubungan Eksekutif dan Yudikatif.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Thohari di Jakarta, Jumat (14/6). Menurutnya, posisi Rusli Zaenal sebagai Ketua DPP PG mengingat pemilu 2014 semakin dekat dan menuntut seluruh pimpinan untuk aktif dalam dinamika partai untuk persiapan menghadapi Pemilu 2014.

“Posisi beliau yang berada dalam tahanan tentunya menjadi kendala baginya untuk terlibat aktif dalam persiapan pemilu itu. Namun demikian Partai Golkar tetap memegang teguh asas praduga tidak bersalah sampai pengadilan menetapkan posisi dan status hukum yang bersangkutan,” kata Wakil Ketua MPR RI ini.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Satya Widya Yudha menegaskan pernyataan Hajriyanto. Menurutnya, Partai Golkar akan mengeluarkan Rusli Zainal dari struktur kepartaian. "Kami menginginkan Golkar yang lebih baik dengan menjunjung tinggi supremasi hukum," kata Satya di Jakarta, Jumat (14/6).

Ihwal kepastian dilengserkannya Rusli dari partai, Satya menegaskan partai sedang membahas masalah tersebut. "Sedang dalam proses menuju pencopotan," ujarnya.

Satya mengatakan pemberhentian anggota dari struktur partai itu dilakukan berdasarkan peraturan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai.

Menurut dia, kader yang bermasalah hukum dapat merusak citra partai. Meskipun demikian, Satya mengungkapkan Golkar tidak menutup kemungkinan memberi bantuan hukum bagi Rusli. "Bantuan hukum akan diberikan jika yang bersangkutan memintanya," kata dia.

Menurut Satya, apresiasi akan diberikan kepada kader yang berpartisipasi, begitu pula pemberian hukuman bagi kader yang bermasalah hukum. "Kami menginginkan perbaikan bagi partai," ujarnya.

KPK menahan Gubernur Riau Rusli Zainal yang menjadi tersangka kasus dugaan suap pembahasan revisi Peraturan Daerah (Perda) PON dan korupsi kehutanan. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan Rusli akan ditahan selama 20 hari pertama di rumah tahanan yang berlokasi di lantai dasar Gedung KPK, Jakarta.

Penahanan dilakukan demi kepentingan penyidikan kasus Rusli di KPK. Adapun Rusli ditahan seusai menjalani pemeriksaan selama enam jam lebih pada Jumat (14/6).

Rusli ditetapkan sebagai tersangka atas tiga tuduhan perbuatan korupsi. Pertama, Rusli diduga menerima suap untuk meloloskan pembahasan perda itu. Terkait pembahasan perda yang sama, Rusli juga diduga menyuap sejumlah anggota DPRD Provinsi Riau.

Petinggi Partai Golkar ini juga diduga melakukan penyalahgunaan wewenang terkait penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Kabupaten Pelalawan, Riau, pada 2001 sampai 2006. (Akhmad Mustain)

()

SEKRETARIS Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy mengungkapkan forum Musyawarah Kerja Nasional…