Analis Sambut Positif Kebijakan Pembelian Kembali Saham

Antara    •    Senin, 24 Aug 2015 17:39 WIB
saham
Analis Sambut Positif Kebijakan Pembelian Kembali Saham
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Metrotvnews.com, Jakarta: Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Riset konsultasi Guntur Tri Haryanto menilai kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membolehkan emiten melakukan pembelian kembali (buy back) saham tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) cukup positif.

"Kebijakan itu cukup membantu meredam gejolak pasar saham yang saat ini sedang terjadi," ujar Guntur Tri Haryanto, di Jakarta, Senin (24/8/2015).

Namun, lanjut dia, di tengah kinerja emiten yang menurun seiring dengan kondisi ekonomi domestik maka kemampuan likuiditas para emiten untuk melakukan buy back diperkirakan terbatas.

"Apakah emiten akan memilih buy back atau untuk kebutuhan bisnisnya. Kalaupun dilakukan buy back, kemungkinan dilakukan tidak signifikan. Belum lagi nanti permasalahan penjualan kembali saham buy back yang tentunya membutuhkan usaha tersendiri juga," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menambahkan bahwa kebijakan pembelian saham kembali oleh emiten cukup baik dalam menahan penurunan harga saham lebih dalam. Beberapa investor terlihat melakukan akumulasi saham BUMN, namun belum cukup kuat mendorong naik.

"Sebagian investor saat ini juga cenderung masih wait and see," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) Puji Haryadi mengungkapkan pihaknya sedang mengkaji untuk melakukan pembelian kembali saham perseroan dalam rangka menahan pelemahan lebih dalam.

"Dengan perseroan melakukan buy back maka saham beredar menjadi minim di pasar, dengan begitu diharapkan volatilitas saham akan menjadi stabil, namun masih dikaji mengenai valuasi harganya," pungkasnya.


(ABD)