Satpol PP Penganiaya Eko Terancam Sanksi

Intan fauzi    •    Senin, 24 Aug 2015 17:39 WIB
penggusuran kampung pulo
Satpol PP Penganiaya Eko Terancam Sanksi
Satpol PP bentrok dengan warga di Kampung Pulo. (Foto: MI/Immanuel)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan sanksi tegas kepada petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang terbukti melakukan kekerasan saat penggusuran di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
 
“Saya nggak bisa berandai-andai. Tapi kalau terbukti, ada Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai. Sanksinya ada peringatan, dari tertulis sampai teguran. Paling tinggi pemberhentian dengan tidak hormat,” kata Kepala Satpol PP DKI Kukuh Hadi Santoso di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2015).
 
Namun, berdasarkan keterangan seluruh personel Satpol PP yang bertugas pada saat penertiban Kampung Pulo, disimpulkan tidak ada pemukulan yang dilakukan kepada warga.
 
“Dari keterangan anggota, nggak ada yang mukul. Makanya biar polisi nanti yang menyelidiki. Apakah betul Satpol PP mukul atau ada yang lain. Nanti tunggu penyelidikan lebih lanjut. Yang pasti mereka yang sakit semua ditanggung pemerintah,” ujarnya.
 
Seperti diberitakan, Eko Prasetyo, 22, warga Gang Banten 8, Jatinegara, Jakarta Timur, diduga menjadi korban salah tangkap dan pemukulan yang dilakukan oknum Satpol PP.
 
Setelah babak belur, Eko bukan dilarikan ke rumah sakit, tapi dibawa ke Polres Jakarta Timur untuk diperiksa terkait aksi bentrokan. Setelah diperiksa, sore harinya Eko baru dibawa ke Rumah Sakit ST Carolus.
 
Saat ini, kondisi korban masih kritis di ruang ICU Rumah Sakit ST Carolus dengan luka parah di bagian kepala, wajah, dan anggota tubuh lainnya. Pembuluh darah di kepalanya yang pecah membuat Eko harus melakukan operasi kepala.


(FZN)