Jokowi Kumpulkan Pengusaha Besar di Istana Bogor

Desi Angriani    •    Senin, 24 Aug 2015 19:03 WIB
pertumbuhan ekonomi
Jokowi Kumpulkan Pengusaha Besar di Istana Bogor
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berjalan menuju ruang pertemuan dengan para direktur program stasiun televisi swasta dan negeri di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (21/8). ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Metrotvnews.com, Bogor: Presiden Joko Widodo mengumpulkan pengusaha besar Tanah Air di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Mereka diajak diskusi menghadapi situasi ekonomi terkini.

"Dalam kondisi seperti ini, memang kita harus punya tekad, punya bahasa yang santun, punya tindakan respon yang cepat sehingga problem-problem yang ada segera bisa kita atasi," kata Jokowi dalam sambutannya di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8/2015).

Mantan Gubernur DKI Jakarta menjelaskan sejumlah faktor yang menyebabkan lambannya penyerapan anggaran di daerah. Salah satunya, lanjut dia, kekhawatiran kepala daerah untuk berhadapan dengan masalah hukum saat menggunakan anggaran.

"Kok enggak bisa cepat? Ketakutan ini jaminannya sekarang kita sampaikan sehingga kita harapkan di semester kedua ini, belanja modal betul-betul keluar di APBN maupun APBD provinsi," ungkap dia.

Jokowi menginstruksikan Kejaksaan Agung membentuk tim khusus untuk mendampingi penyerapan anggaran di setiap daerah. Tujuannya demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Tim itu akan memberikan pendampingan, arahnya lebih kepada pencegahan," kata Jaksa Agung HM Prasetyo.

Para pengusaha yang hadir berasal dari Indofood, Lippo, Gudang Garam, PGN, Re-capital, Corpindo, MNC Investama, Vale Indonesia, Astra Agro, Indo Tambang Raya, dan Kalbe Farma. Tampak pula pimpinan Adaro Energy, United Ractors, Indocement Tunggal, Unilever, Astra, Garuda, Pertamina, Antam, Adhikarya, BTN, Wika, PP, Jasa Marga dan Telkom Indonesia.

Rapat tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, Menko Perekonomian Darmin Nasution, dan Menko Polhukam Luhut Pandjaitan. Hadir pula Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri BUMN Rini Soemarmo dan Kepala BKPM Franky Sibarani.


(OGI)

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

1 hour Ago

Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo disebut-sebut sebagai salah satu orang yang menerima …

BERITA LAINNYA