Pemerintah Telah Siapkan Rp3 Triliun untuk Buy Back SBN

Suci Sedya Utami    •    Senin, 24 Aug 2015 19:14 WIB
ekonomi indonesia
Pemerintah Telah Siapkan Rp3 Triliun untuk <i>Buy Back</i> SBN
Illustrasi Pembangunan Ekonomi. ANT/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta:  Pemerintah Presiden Joko Widodo telah mengantisipasi tekanan ekonomi yang membuat gejolak pada pasar keuangan terutama Surat Utang Negara (SBN) dalam beberapa waktu terakhir.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan langkah antisipasi tersebut yakni dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp3 triliun buy back atau pembelian kembali SBN pada tahun ini.

Hingga kini, Pemerintah telah melakukan buy back tiga kali selama tiga pekan di Agustus. Buy back pertama yang dilakukan yakni pada 12 Agustus sebesar Rp401 miliar, 21 Agustus sebesar Rp500 miliar dan, 24 Agustus Rp500 miliar atau totalnya sebesar Rp1,4 triliun.

“Kami enggak mau over-react ke masyarakat, buy back ini supaya ada demand dan pertahankan harga,” kata Robert di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (24/8/2015).

Dia mengatakan pembelian ini dilakukan secara terencana karena kepemilikan asing dalam Surat Berharga Negara masih mencapai 38,53 persen. Hingga 21 Agustus 2015, investor asing yang menjual SBN pun baru mencapai Rp3,77 triliun.

“Meskipun terjadi outflow namun jumlanya masih dianggap masih baik, karena masih ada aksi beli yang cukup besar oleh investor asing,” ujarnya. 

Ia mengatakan hingga saat ini kondisi masih cukup baik. Indikatornya adalah asumsi-asumsi fundamental ekonomi yang masih cukup terkendali. Asumsi-asumsi tersebut adalah pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca transaski berjalan, dan utang.

Pertumbuhan ekonomi hingga triwulan II-2015 masih positif 4,67 persen. Inflasi hingga akhir tahun diprediksi akan mencapai 4-4,5 persen. Lebih jauh, kondisi neraca transaksi berjalan meski masih defisit namun menunjukkan perbaikan. Rasio utang pemerintah masih berada di angka 25 persen dari PDB.

“Masih mantap itu, tapi ya memang harus dipahami pasar keuangan super sensitif,” pungkasnya.


(SAW)

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

1 hour Ago

Teranyar, karangan bunga datang dari dua politisi Golkar, Bambang Soesatyo dan Muhammad Misbakh…

BERITA LAINNYA