Korupsi Wisma Atlet

Saksi Sebut Siapkan Komitmen Fee buat Gubernur Sumsel

Renatha Swasty    •    Senin, 24 Aug 2015 19:26 WIB
korupsi wisma atlet
Saksi Sebut Siapkan Komitmen <i>Fee</i> buat Gubernur Sumsel
Mantan Direktur Pemasaran perusahaan milik mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazarudin PT Permai Group Mindo Rosalina Manulang (tengah) bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (24/8).--Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Marketing Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang mengaku menyiapkan komitmen fee buat Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin. Duit disiapkan dalam rangka pembangunan wisma atlet, Jakabaring, Sumatera Selatan.

Hal ini terungkap dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Mindo pada 21 Oktober 2014, poin 14. Dalam BAP-nya, Mindo membeberkan, saat pembangunan belum berlangsung, ia menemui mantan Kepala Dinas PU Cipta Karya Rizal Abdullah di Plaza Senayan, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan, anak perusahaan PT Anak Negeri, PT Duta Graha Indah yang bakal mengerjakan proyek tersebut. Rizal, diminta menghubungi PT DGI apabila ada satu kendala.

"Sebenarnya ini kegiatannya di pusat, lalu ada permintaan di daerah untuk dilaksanakan di daerah sendiri, dan nantinya bapak yang akan jadi ketua komite. Lalu pak Rizal mengatakan waduh saya juga baru tahu dari ibu nih," kata Mindo dalam BAP yang dibaca Jaksa Penuntut Umum pada KPK di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (24/8/201).

Dalam kesempatan itu juga, Mindo mengatakan, meski akan dikerjakan daerah, pihak PT DGI bakal memberikan komitmen fee pada sejumlah pihak.

"Walaupun ini jadi di daerah maka kami tetap ada fee untuk daerah sebesar 3 persen untuk komite, termasuk panitia dan gubernur 2 persen atas penyampaian saya tersebut saudara Rizal mengatakan, ya bu saya juga belum bisa bicara banyak. Nanti kita lihat karena dananya juga belum ada," tandas Mindo.

Terkait BAP itu, Mindo membenarkan. Ketika dicecar jumlah pasti yang diberikan untuk mereka yang dijanjikan, Mindo mengaku tidak tahu.

"Karena kan pak Nazzar (Muhammad Nazzarudin) sudah kasih tahu nanti untuk di panitia, PPK-nya di daerah tiga persen, cuma untuk berapa ini berapa nggak ada. cuma globalnya saja," beber Mindo.

Diketahui, Rizal Abdullah didakwa melakukan korupsi terkait pembangunan wisma atlet dan gedung serbaguna Jakabaring, Sumatera Selatan. Ia didakwa telah mengatur pemenang pembangunan proyek wisma atlet untuk PT DGI.


(MBM)