Mayoritas Pasangan Calon Gagal Pilkada karena Masalah Parpol

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 25 Aug 2015 00:43 WIB
pilkada serentak
Mayoritas Pasangan Calon Gagal Pilkada karena Masalah Parpol
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik (kiri) didampingi Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan terkait penetapan pasangan calon Pilkada di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Senin (24/8). MI/ARYA MANGGALA

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 59 pasangan calon kepala daerah gagal ikut Pilkada serentak 2015. Sebagian besar dari mereka gugur karena masalah dukungan partai politik yang mengalami dualisme kepengurusan dan mengajukan pasangan calon yang berbeda.

"Saya kira masih butuh waktu 59 paslon ditetapkan tidak memenihi syarat, sebagian besar karena dukungan parpol," kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum Hadar Nafis Gumay di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2015) malam.

Menurut dia, ada juga penyebab lain sehingga mereka gagal jadi peserta pesta demokrasi tingkat lokal ini. Masalah itu, tambah Hadar, lantaran adanya perubahan dukungan pada partai politik, persoalan kesehatan, status pajak, dan status bebas bersyarat bagi calon yang mempunyai status terpidana.

"Tapi detailnya masih menunggu (penjelasan) daerah," tambah dia.

Ketua KPU Husni Kamil Manik mempersilakan pasangan calon yang gugur dalam tahap verifikasi administratif persyaratan untuk mengajukan banding. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada, calon yang gagal dapat mengajukan banding ke pengawas pemilu (Panwaslu) untuk tingkat Kabupaten/Kota. Sedangkan, pasangan calon di tingkat provinsi dapat mengajukan banding ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Kami dari pihak yang telah menetapkan telah siap menghadapi gugatan yang mungkin akan diajukan oleh mereka yang keberatan atas hasil ini. Jika semua menerima alhamdulilah, tapi kalau enggak, kami telah menyiapkan rekan di daerah untuk mengikuti proses penyelesaian sengketa," pungkas Husni.

Dari 59 pasangan calon gagal ikut Pilkada serentak 2015, satu pasangan yang gagal di tingkat provinsi dari dukungan partai politik. Pada tingkat kabupaten terdapat 46 pasangan calon, dengan rincian, dari dukungan parpol 19 pasangan calon dan perseorangan sebanyak 27 pasangan calon. Sementara, sebanyak 12 pasang calon wali kota dan wakil wali kota gagal ikut Pilkada.


(OGI)