KPK Kembali Periksa Gatot Sebagai Tersangka

Renatha Swasty    •    Selasa, 25 Aug 2015 10:29 WIB
kpk tangkap hakim ptun
KPK Kembali Periksa Gatot Sebagai Tersangka
Gubernur Sumatera Utara (nonaktif) Gatot Pujo Nugroho bersama bersama istrinya mudanya Evi Susanti, usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/8).--Foto: MI/Angga Yuniar

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. Gatot diperiksa dalam kasus dugaan suap pada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha pada wartawan, Selasa (25/8/2015).

Gatot ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa, 28 Juli lalu. Dia diduga menyuap hakim dan panitera hakim PTUN Medan. Saat itu istrinya, Evy Susanty, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Terbongkarnya suap di PTUN Medan dimulai dari kasus Dana Bantuan Sosial dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013 yang menyeret mantan Kabiro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis. Kasus itu disidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Kasus ini sudah diputus bebas di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara. Berbekal putusan PT Sumut, Ahmad Fuad Lubis balik memperkarakan Kepala Kejaksaan Tinggi atas kasus yang menyeretnya melalui Pengacara M. Yagari Bhastara alias Gerry dari kantor pengacara O.C. Kaligis.

Ahmad menggugat kewenangan penyelidikan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam perkara tersebut ke PTUN. Perkara ini dipegang Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro dan Hakim Amir Fauzi, dan Hakim Dermawan Ginting. Ahmad Fuad Lubis pun diputus menang dalam gugatan di PTUN.

Rupa-rupanya, putusan Tripeni berbau amis. Usai membacakan putusan, Tripeni dan dua hakim, Gerry, serta panitera Syamsir Yusfan yang juga menjabat Sekretaris PTUN Medan, dicokok KPK pada Kamis 9 Juli lalu.

Saat penangkapan, penyidik KPK mengamankan USD15 ribu dan SGD5 ribu dari ruangan Ketua PTUN Medan. Diduga kuat, mereka menerima uang suap yang diantarkan Gerry, pengacara Ahmad Fuad.

Gatot dan Evy dijerat Pasal 6 Ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2010 juncto Pasal 64 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.


(MBM)

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

1 hour Ago

Tim kuasa hukum Novanto mempertanyakan alat bukti yang menjadi dasar pembuatan surat dakwaan.

BERITA LAINNYA