Teman Ahok Harap Warga Kampung Pulo Nikmati Kehidupan Lebih Manusiawi

Intan fauzi    •    Selasa, 25 Aug 2015 10:56 WIB
penggusuran kampung pulo
Teman Ahok Harap Warga Kampung Pulo Nikmati Kehidupan Lebih Manusiawi
Foto: Ist

Metrotvnews.com, Jakarta: Relawan yang tergabung dalam Teman Ahok mendukung langkah Pemerintah DKI merelokasi warga Kampung Pulo, Jakarta Timur. Teman Ahok berharap warga Kampung Pulo mendapatkan kehidupan lebih baik di Rusun Jatinegara.

"Kami paham jika setiap kebijakan selalu ada pro dan kontra. Kami berharap warga Kampung Pulo dapat segera menikmati kehidupan yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih manusiawi di Rusun Jatinegara," kata Juru Bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, kepada Metrotvnews.com, Selasa (25/8/2015).

Mereka mengakui adanya pro dan kontra di masyarakat terkait dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. "Kami bekerja bukan untuk meng-counter sentimen negatif terhadap Ahok," tegas Amilia.

Amilia menjelaskan, Teman Ahok hanya komunitas bagi para relawan yang mendukung Ahok untuk maju lewat jalur independen pada pilkada 2017. Tugas utama mereka ialah mengumpulkan KTP warga DKI yang mendukung Ahok.

"Perlu kami tegaskan, Teman Ahok adalah relawan pengumpul KTP dukungan agar Ahok bisa maju sebagai calon independen dalam pilkada 2017 mendatang," kata Amilia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merelokasi warga yang bermukim di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Relokasi ini sempat memicu penentangan dari warga. Akibatnya, terjadi benturan antara warga dan aparat keamanan. Gesekan tersebut menyebabkan korban luka jatuh di kedua belah pihak.

Langkah relokasi yang dilakukan Ahok berbuntut panjang. Sejarawan J.J. Rizal menyebut pembangunan rumah susun atau rusunawa selalu menjadi alasan bagi Ahok agar terlihat manusiawi. Padahal warga Kampung Pulo harus kehilangan tanah dan kampung halamannya.

Rizal menjelaskan, sebanyak 1,7 hektare dari 2,8 hektare lahan di Kampung Pulo memiliki sertifikat. Ia tak sependapat dengan Ahok yang menganggap warga Kampung Pulo sebagai penghuni liar.

Ahok kemudian menyambut komentar JJ Rizal. Ahok menyuruh JJ Rizal berguru langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum yang telah memetakan dengan jelas terkait kawasan resapan di DKI Jakarta.

Menurut Ahok, JJ Rizal musti menemui para pakar di Kemen PU yang bisa menjawab tudingannya bahwa kawasan Jakarta Utara, terutama Pluit yang kebetulan kediaman pribadi Ahok.

"Ada profesor-profesor. Ya kan. Jadi utara itu bukan resapan. Makanya saya bilang dia itu goblok. Kalau mau pintar, belajar dengan profesor. Kalau ama gua dia ngotot, orang sejarawan enggak mengerti ilmu, sok ilmu banjir. Apa yang mau didebatin. Dari awal startnya sudah goblok, apa yang mau didebatin," terang Ahok.


(YDH)

Andi Narogong Bungkam Usai Diperiksa 5 Jam oleh KPK

Andi Narogong Bungkam Usai Diperiksa 5 Jam oleh KPK

3 hours Ago

Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik Andi Narogong hari ini kembali diperiksa KP…

BERITA LAINNYA