Perajin Sarung di Tegal Terperosok Pelemahan Rupiah

Bambang Mujiono    •    Selasa, 25 Aug 2015 11:38 WIB
rupiah melemah
Perajin Sarung di Tegal Terperosok Pelemahan Rupiah
Perajin sarung tenun di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Bambang Mujiono)

Metrotvnews.com, Tegal: Terus terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, membuat perajin sarung tenun di Tegal, Jawa Tengah merugi. Pasalnya, harga bahan baku benang tenun menggunakan kurs dolar. Sedangkan transaksi jual barang produk menggunakan rupiah. 

Melansir data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, hari ini (Selasa, 25/8/2015) kurs rupiah ditetapkan Rp14.067 per dolar. Para perajin sarung khawatir keterpurukan rupiah makin menekan usaha mereka.

“Kami kayaknya tidak mampu bertahan jika dolar terus berada di level Rp14.000. Karena, bahan baku benang yang kami beli menggunakan kurs dolar, sedangkan setelah jadi produk kami menjual dengan nilai rupiah. Sehingga dipastikan kami akan selalu merugi dan tidak akan mempertahankan usaha kami,” ucap Solehudin , 48, perajin sarung di Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, kepada Metrotvnews.com.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Waridi, 50. Pemilik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) ini mengatakan saat nilai dolar pada kisaran Rp13.000, banyak perajin sarung gulung tikar. Perajin beralih profesi jadi buruh jahit di industri tenun mesin. 

“Jika dolar saat ini mencapai Rp14.000 kami pastikan akan lebih banyak lagi perajin sarung Tegal yang akan menutup usahanya karena tidak mampu bertahan,” tegas Waridi.

Menurut Waridi, sejak nilai rupiah makin jeblok, banyak pengusaha yang berupaya mempertahankan usahanya, meski akhirnya gagal. Perajin yang bertahan, kata dia, hanyalah orang-orang yang tidak bisa beralih profesi secara cepat.

Sementara itu tak sedikit juga peajin sarung yang memilih menjadi buruh atau plasma usaha dari sebuah industri tenun besar di wilayah Tegal. Dengan menjadi buruh atau plasma mereka terhindar dari resiko kerugian meski pendapatan jauh lebih kecil.


(SAN)