Pembangunan 7 Proyek Parlemen Tetap Lihat Keuangan Pemerintah

Surya Perkasa    •    Selasa, 25 Aug 2015 11:39 WIB
dprdpr ads
Pembangunan 7 Proyek Parlemen Tetap Lihat Keuangan Pemerintah
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan--Foto:MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan, pembangunan tujuh proyek parlemen terus dibicarakan oleh DPR dan pemerintah. DPR mengaku pembangunan ini bukan menjadi keharusan walau telah menjadi kebutuhan.

"Pembangunan gedung diserahkan pada Banggar (Badan Anggaran DPR) dan pemerintah. Kita tetap perhatikan semua aspek. Termasuk kemampuan pemerintah. Tidak ada kata harus," kata Taufik di Kompleks Parlemen, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2015).

Taufik mengatakan, pihaknya tidak memungkiri pemerintah sedang kesulitan menjaga stabilitas ekonomi. Indonesia yang sedang dilanda krisis dengan kurs dolar AS mencapai Rp14 ribu yang membuat pemerintah harus memilah program prioritas.

"Ekonomi tidak bersahabat. Harus ada merit system (perhitungan untung-rugi). Harus dipertimbangkan karena ada keterbatasan pemerintah. Cari titik temu untuk pembahasan," kata Taufik.

DPR, kata dia, sepakat dengan niatan pemerintah yang ingin mengkaji pembangunan tujuh proyek parlemen. Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta tim Sekretariat Jenderal DPR sedang melakukan pengkajian teknis.

Walau demikian, DPR tetap ingin proyek ini dapat terealisasi. Sebab kebutuhan dan ketersediaan infrastruktur masih tidak seimbang. Contohnya adalah gedung kantor yang sudah tua dan tidak lagi mampu menampung kebutuhan dewan.

Taufik berharap publik paham, proyek ini bukanlah hanya untuk dewan yang kini duduk. Pembangunan proyek ini pun bukan dikerjakan oleh DPR. "Yang bangun negara bukan DPR. Transparansi dan akuntabilitas yang penting," kata dia.


(TII)