Banding Ditarik, Walfrida Soik Lepas dari Ancaman Hukuman Mati di Malaysia

Fajar Nugraha    •    Selasa, 25 Aug 2015 11:56 WIB
wni
Banding Ditarik, Walfrida Soik Lepas dari Ancaman Hukuman Mati di Malaysia
Walfrida Soik dibebaskan dari segala tuduhan (Foto: Migrant Care)

Metrotvnews.com, Putrajaya: Sidang banding kasus Walfrida Soik pada 25 Agustus 2015 di Mahkamah Rayuan Putrajaya menguatkan keputusan Mahkamah Tinggi Kota Bharu yang memutuskan Walfrida Soik tidak bersalah.

Walfrida dianggap tidak bersalah melakukan pembunuhan atas dasar tindakan yang dilakukannya dikarenakan gangguan kejiwaan. Mahkamah Tinggi Kota Bharu juga memutuskan Walfrida ditahan di Rumah Sakit Jiwa Permai Johor Bahru hingga mendapatkan pengampunan dari Sultan Kelantan.

"Terbebasnya Walfrida Soik dari hukuman penjara karena Jaksa menarik banding atas putusan Mahkamah Tinggi Kota Bharu. Dengan demikian maka proses hukum terhadap Walfrida Soik telah berkekuatan hukum tetap," sebut pernyataan KBRI Malaysia, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (25/8/2015).

"Dengan telah berakhirnya proses hukum Walfrida Soik maka sesuai UU Hukum Acara Pidana di Malaysia, Walfrida Soik melanjutkan perawatan di Rumah Sakit Jiwa Permai Johor Bahru hingga dokter menyatakan sembuh secara total. Penilaian dokter atas kondisi kejiwaan Walfrida Soik akan disampaikan kepada Sultan Kelantan sebagai bahan pertimbangan pemberian pengampunan," lanjut pernyataan itu.

Duta Besar RI di Malaysia Herman Prayitno menyambut baik putusan Mahkamah Rayuan yang membebaskan Walfrida Soik dari tuntutan hukuman mati.

"Terima kasih kepada mereka yang telah memberikan perhatian dan dukungan selama proses hukum berlangsung sehingga membuahkan hasil sesuai harapan kita semua," ujar Dubes Herman.

Untuk mempercepat proses pembebasan Walfrida Soik, Dubes Herman juga akan menyampaikan surat permohonan pengampunan kepada Sultan Kelantan.

Sebagaimana diketahui, Walfrida Soik telah dituntut hukuman mati atas kasus pembunuhan terhadap majikannya yang dilakukan pada bulan Desember 2010. Walfrida Soik merupakan korban perdagangan orang yang dikirim bekerja ke Malaysia tanpa melalui prosedur yang benar.

Saat dikirim ke Malaysia, Walfrida masih dibawah umur sebagaimana terbukti dari hasil pengujian tulang dan keterangan Pastor Paroki.

"Kasus Walfrida Soik menjadi pembelajaran yang sangat berharga akan pentingnya proses penempatan TKI sesuai UU. No.39 Tahun 2004 dan pentingnya memperkuat pencegahan terhadap tindak pidana perdagangan orang maupun pengiriman TKI tidak sesuai prosedur," demikian ditegaskan oleh Dubes Herman.


(FJR)