Fraksi PAN: Proyek Parlemen tak Perlu Dipaksakan

Surya Perkasa    •    Selasa, 25 Aug 2015 12:05 WIB
dpr
Fraksi PAN: Proyek Parlemen tak Perlu Dipaksakan
Gedung DPR RI,--Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Rakyat keukeuh ingin membangun tujuh proyek parlemen dengan dalih kebutuhan infrastruktur yang mendesak. Fraksi PAN menilai pembangunan proyek ini tidak boleh dipaksakan karena kondisi ekonomi yang terus menurun.

"DPR coba kaji ulang, apakah tepat memasukkan proyek itu sekarang. Kalau terlalu dipaksakan maka tidak baik bagi rasa keadilan dan menjadi beban APBN," terang Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (25/8/2015).

Pemerintah dan legislatif harus bersikap realistis dengan kondisi ekonomi sekarang. Saat ini kurs dolar mencapai Rp14.000 dan pertumbuhan ekonomi baru 4,7 persen. Ini jauh dari perkiraan dan taget ekonomi pemerintah.

Karena alasan itu, kata dia, DPR seharusnya jangan terburu-buru membangun tujuh proyek parlemen. Mengerjakan proyek secara bertahap bisa menjadi solusi di tengah kondisi ekonomi yang terus memburuk.

Skala prioritas harus ditentukan dalam membangun proyek. Misalnya yang didahulukan adalah renovasi‎ kantor dewan.

"Kalau renovasi masih bisa dilakukan, maka renovasi tak perlu membangun baru. Atau ruangan yang ada dimaksimalkan," kata Yandri.

Dia mengakui memang ruangan dewan tidak cukup. Ruangan kerja Yandri contohnya. Yandri yang berstatus sebagai Sekretaris Fraksi‎ hanya mendapat ruangan yang berukuran 4x6 meter. Ruangan ini harus ditempati oleh Yandri dan lima orang stafnya.

Terang saja ruangan kerja ini tidak cukup jika harus menerima tamu.‎ Namun, Yandri berharap DPR mengkaji ulang rencana proyek ini dan membuat skala prioritas pembangunan dengan baik.

"‎Mungkin skala prioritas mana yang akan lebih dulu dimasukkan, sehingga rakyat tidak tersakiti‎. Saya yakin Pimpinan DPR akan legowo (bila proyek DPR dikaji ulang," kata Yandri.


(MBM)