Belanja Pemerintah Jadi Stimulus Konsumsi RT Dorong Pertumbuhan

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 25 Aug 2015 12:39 WIB
belanja negara
Belanja Pemerintah Jadi Stimulus Konsumsi RT Dorong Pertumbuhan
Ilustrasi -- FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

Metrotvnews.com, Jakarta: Kondisi ekonomi yang dirundung ketidakpastian membuat penurunan konsumsi rumah tangga. Masyarakat lebih memilih untuk menyimpan uang di perbankan dari pada belanja.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan pemerintah harus memastikan belanja yang belum terserap bisa dimaksimalkan untuk mendorong konsumsi rumah tangga. Sedikitnya, kata Johnny, masih ada sekitar Rp1.000 triliun anggaran belanja pemerintah yang belum dipakai.

Johnny menjelaskan, belanja pemerintah akan memberikan stimulus terhadap ekonomi Indonesia. Dengan belanja pemerintah, akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sehingga menyeimbangkan penurunan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Ini kan mulai terjadi PHK, bagaimana mengatasi menciptakan lapangan kerja baru yang cepat lewat belanja modal. Karena itu dalam waktu dekat harus dibelanjakan," kata Johnny di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2015).

Saat ini, lanjut Johnny, konsumsi rumah tangga terganggu karena PHK, terganggu karena ekspor terbatas. Namun pemerintah pun telah melakukan beberapa hal seperti mendorong percepatan belanja pemerintah terutama modal, dari sisi fiskal ada peningkatan penghasilan tak kena pajak (PTKP) dari Rp24 juta per bulan jadi Rp36 juta per bulan.

"Sehingga memungkinkan daya beli yang besar. Itu kan naik 50 persen, untuk enggak mengurangi konsumsi," pungkasnya.


(AHL)