Kadin: Pemerintah Harus Fokus Menyaring TKA Berkompetensi

Husen Miftahudin    •    Selasa, 25 Aug 2015 12:40 WIB
tenaga kerja
Kadin: Pemerintah Harus Fokus Menyaring TKA Berkompetensi
Ilustrasi pekerja. MI/IMMANUEL ANTONIUS

Metrotvnews.com, Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, era perdagangan bebas membuat negara Indonesia bakal diserbu Tenaga Kerja Asing (TKA). Jika hal ini tak dibendung, maka bukan tidak mungkin tenaga kerja dalam negeri akan terpinggirkan mengingat kompetensi TKA lebih baik dari pekerja lokal.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Tenaga Kerja, Benny Sutrisno mengatakan, pemerintah saat ini harus fokus untuk menyaring TKA yang akan bekerja di Indonesia. Menurut dia, TKA yang masuk ke Indonesia harus memiliki keahlian tertentu sehingga dapat bersaing dengan pekerja lokal.

"Harus ada kualifikasi TKA-nya. Tenaga kerja ahli seperti apa yang kita butuhkan. Jadi sebelum bicara datangkan TKA, Kementerian Ketenagakerjaan harus punya data base tenaga kerja ahli yang bisa didatangkan," ujar Benny ditemui di Menara Kadin Indonesia, Jalan HR Rasuna Said No 2-3, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2015).

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga harus memastikan bahwa TKA yang masuk ke Indonesia harus memiliki sertifikasi kompetensi. 

"Kan akan ada liberalisasi tenaga kerja, tapi bukan berarti bisa masuk semaunya tapi tetap ada aturan-aturan seperti harus yang sudah tersertifikasi," paparnya.

Benny memaparkan, soal penghapusan kewajiban penggunaan Bahasa Indonesia bagi TKA merupakan hal yang tak perlu didebatkan. TKA yang datang ke Indonesia biasanya memiliki kesadaran sendiri untuk bisa menggunakan Bahasa Indonesia seperti halnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang harus menguasai bahasa asing untuk dapat bekerja di negara lain.



(SAW)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

6 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA