Ahok Bantah Sewakan Rusun Jatinegara

Ilham wibowo    •    Selasa, 25 Aug 2015 12:44 WIB
penggusuran kampung pulo
Ahok Bantah Sewakan Rusun Jatinegara
Rusun Jatinegara Barat di Jakarta. (Foto: Antara/Vitalis Yogi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menyewakan unit rumah susun sewa (rusunawa) Jatinegara Barat kepada warga Kampung Pulo yang terkena proyek normalisi Kali Ciliwung. Uang Rp300 ribu per bulan hanya iuran untuk biaya kebersihan, kemanan, dan lainnya.
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mengatakan, walaupun namanya rusun sewa, toh pemerintah tidak memungut uang sewa. "Jadi DKI itu tidak pernah menyewakan rusun. Jangan salah tanggap. Kami juga enggak pernah menjual rusun," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2015).
 
Menurut Ahok, `tarikan` Rp300 ribu masih wajar. Selama tinggal di Kampung Pulo, warga juga acap kena tarikan iuran, seperti uang sampah.
 
"Wajar iuran. Kamu tinggal di rumah saja, ada iurannya. Nah, sama saja seperti kamu bayar uang sampah," katanya.
 
Untuk relokasi warga Kampung Pulo, Ahok menyediakan 518 unit di Rusun Jatinegara Barat. Sebagian besar sudah mulai menempati unit tersebut. "Sekarang terbukti. Kenapa rusunnya masih enggak penuh? Karena mereka yang tak punya KTP DKI pulang kampung semua ke Bogor, ke Jawa. Banyak yang ngontrak di sana. Kita enggak ada niat macam-macam sebetulnya," ujarnya.


(FZN)