Tekanan Asing atas Nuklir Iran Takkan Berhasil

- 17 Juni 2013 20:23 wib
Reuters
Reuters

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Menteri Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast menyatakan tekanan asing terhadap negaranya berkaitan dengan fasilitas nuklir tidak akan berhasil.

Namun Ramin saat berkunjung ke redaksi Metro TV juga menyatakan, Iran menyambut baik tawaran kelompok lima plus satu yang disebut sebagai sebuah tuntutan yang logis dan masuk akal.

Iran dan kelompok lima plus satu yang terdiri dari Inggris, China, Prancis, Rusia, Amerika Serikat dan Jerman telah mengadakan perundingan di antaranya di Kazakhstan bulan April.

Tuntutan lama kelompok negara yang didominasi Barat adalah melarang Iran memiliki nuklir karena dikhawatirkan akan dijadikan senjata. Namun Teheran menegaskan pengayaan uranium yang dilakukannya untuk tujuan damai.

Tawaran baru internasional yang disebut Ramin disebutkan, menyangkut izin bagi Iran untuk memproduksi dan menyimpan sedikit uranium yang diperkaya untuk reaktor penelitian.

Untuk pertama kali disebut pula secara eksplisit peringanan sanksi secara terbatas termasuk pelonggaran larangan perdagangan emas dan logam berharga disamping melonggarkan larangan impor terhadap produk petrokimia Iran.

Meskipun tuntutan itu disebut logis, namun Ramin memperingatkan tidak semua tuntutan akan disetujui.

Pihak lain, kata Ramin, berusaha agar melakukan tekanan dengan motif politik sehingga perundingan berkepanjangan dan sanksi dijatuhkan.

Dengan demikian, pihak asing berfikir akan menyebabkan dukungan rakyat terhadap pemerintah menurun, lanjut Ramin. Dan saat itulah Iran dapat ditekan untuk memenuhi tuntutan asing.

Namun menurut Ramin, pemilihan presiden Iran yang dimenangkan Hassan Rohani menunjukkan tingginya partisipasi rakyat. Oleh sebab itu pihak asing harus mengubah kebijakan terhadap Iran karena tekanan politik tidak akan berhasil.

"Kami berharap isu nuklir akan kembali ke jalurnya dan seluruh resolusi PBB yang dijatuhkan ke Iran ditiadakan," tegasnya.

Dalam kunjungan ke Media Group, Wakil Menlu Iran Ramin Mehmanparast didampingi Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mahmoud Farazandeh. (Asep Setiawan)

()

PPP--Antara/Putra Mahesa

Mengapa PPP Jadi "Idola" Partai Besar?

25 April 2014 10:19 wib

PASCA Partai Persatuan Pembangunan mencapai islah dalam konflik internalnya, dan menegaskan diri belum…