Dedi Belum Tahu Kejari Ajukan Kasasi Putusan Bebas Dirinya

Damar Iradat    •    Selasa, 25 Aug 2015 13:28 WIB
salah tangkap
Dedi Belum Tahu Kejari Ajukan Kasasi Putusan Bebas Dirinya
Dedi, korban salah tangkap, ditemui di rumahnya. Foto: MTVN/Aedy

Metrotvnews.com, Jakarta: Dedi, korban salah tangkap Polres Jakarta Timur, belum tahu kabar Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, melayangkan kasasi ke Mahkamah Agung. Pria 33 tahun itu dinyatakan bebas setelah Pengadilan Tinggi Jaktim memutuskan Dedi tidak bersalah.

Kabar kasasi yang akan diajukan Kejari belum sampai ke telinga Dedi. Saat Metrotvnews.com, menyambangi kediamannya di Jalan Buntu, Tebet, Jakarta Selatan, ia cukup terkejut ketika ditanya soal kasasi yang diajukan Kejari.

"Belum dengar kabarnya (Kejari ajukan kasasi). LBH juga belum tahu kayaknya," kata Dedi kepada Metrotvnews.com, Selasa (25/8/2015).

Dedi yang sempat mendekam di LP Cipinang selama 10 bulan itu pun mengaku tidak siap jika harus menjalani sidang kasasi. Baginya, selama pelaku asli masih belum terungkap oleh polisi, sidang kasasi akan sia-sia belaka.

"Saya enggak siaplah. Kalau pelaku aslinya belum ketangkep kenapa harus sidang lagi?" papar Dedi.

Nasib nahas yang menimpa Dedi bermula dari keributan di pangkalan ojek di sekitar Pusat Grosir Cililitan (PGC) 18 September 2014. Dua sopir angkot berkelahi karena berebut penumpang.

Tukang ojek pangkalan yang berasal di sana coba melerainya. Namun, salah satu sopir angkot pulang dan kembali ke lokasi membawa senjata. Ia pun jadi bulan-bulanan oleh sejumlah tukang ojek dan sopir angkot lainnya di sana. Peristiwa itu membuat sopir angkot itu tewas.

Sepekan kemudian, polisi dari Polres Metro Jakarta Timur mengejar orang yang menewaskan sopir angkot itu. Alih-alih menangkap pelaku sebenarnya, polisi malah menangkap Dedi saat menunggu penumpang di pangkalan ojek.

Padahal, pada waktu kejadian, Dedi sudah berada di rumahnya. Namun, proses hukum tetap berjalan sehingga Dedi divonis bersalah oleh hakim di PN Jakarta Timur. Ia pun harus mendekam di Rutan Cipinang.

Melihat Dedi jadi korban salah tangkap, Nurohmah, istri Dedi, tidak menyerah. Ia berusaha mencari bantuan Lembaga Bantuan Hukum untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.

Pada akhirnya, hakim Pengadilan Tinggi mengabulkan banding LBH. Dedi pun dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan. Melalui release No.142/PID/2015/PT.DKI Jo No.1204/Pid.B/2014/PN.Jkt.Tim, hakim memutuskan Dedi tidak bersalah dan tuntutan jaksa penuntut umum tidak sah.


(MBM)