SBY: Perkembangan Ekonomi Sudah Lampu Kuning

K. Yudha Wirakusuma    •    Selasa, 25 Aug 2015 14:22 WIB
sby
SBY: Perkembangan Ekonomi Sudah Lampu Kuning
Twitter SBY

Metrotvnews.com, Jakarta: Perkembangan ekonomi di kawasan Asia, saat ini tengah layu. Kondisi tak bagus ini seharusnya cepat disadari pemimpin di Tanah Air.

"Negara-negara Asia harus sungguh menyadari bahwa perkembangan ekonomi sudah "lampu kuning". Cegah jangan sampai "merah"," kata Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun twitternya @SBYudhoyono, Selasa (25/8/2015).

SBY mengingatkan, pemerintah harus bisa memetik pelajaran dari krisis Asia 1998 dan krisis ekonomi global 2008. Dia mengatakan, selalu ada contagion effect dan faktor eksternal dan internal. "Aksi nasional, termasuk solusi dan kebijakan harus efektif. Perlu pula regional policy coordination. Gunakan kerangka ASEAN & ASEAN+," tulis SBY lagi.

Bukan hanya emerging economies yang pertumbuhannya melambat, tapi juga negara-negara Asia. Tiongkok pun (terbesar di Asia) kena. "Kejatuhan nilai tukar, saham gabungan dan harga minyak melebihi kewajaran. Makro dan mikro ekonomi, sektor keuangan dan riil telah terpukul," paparnya.

Ekonomi Asia sedang susah, cegah isu lain yang serius. SBY berharap siaga perang dan ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan segera berakhir.

"Saya amati, untuk Indonesia, masyarakat mulai terdampak. Cegah jangan sampai makin cemas, kehilangan trust dan hidupnya makin susah. Menurut saya, manajemen krisis harus diberlakukan. Jangan "underestimate" dan jangan terlambat. Apalagi pasar dan pelaku ekonomi mulai cemas," tukasnya.


(YDH)