Tak Kuat Bayar Iuran Rusun, Warga Cengkareng Kembali ke Lokasi Gusuran

M Rodhi Aulia    •    Selasa, 25 Aug 2015 15:41 WIB
penggusuran
Tak Kuat Bayar Iuran Rusun, Warga Cengkareng Kembali ke Lokasi Gusuran
Narti, warga Kaliapuran, Kapuk Pulo, Cengkareng, Jakarta Barat. (Foto: MTVN/M Rhodi Aulia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga Kaliapuran, Kapuk Pulo, Cengkareng, Jakarta Barat, kembali mendirikan bangunan semipermanen di lokasi bekas gusuran. Mereka mengaku, tidak sanggup membayar uang iuran bulanan rumah susun.
 
Narti, 40, warga korban penggusuran di sekitar Kaliapuran, mengaku digusur pada 22 Desember 2014. Saat itu, ada 800 Kepala Keluarga yang digusur dan dipindahkan ke Rusun Pulogebang (Jakarta Timur) dan Rusun Pesakih (Jakarta Barat).
 
"Tapi, sekarang ada 200 KK kembali lagi ke tempat lokasi penggusuran. Kami bangun tenda dan rumah bambu. Kami tidak sanggup tinggal di rusun," kata Narti saat ditemui di sela-sela unjuk rasa di depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2015).
 
Narti dan warga lainnya menolak dipindahkan. Selain tidak mampu dengan biaya sewa sebesar Rp500 ribu ditambah biaya lainnya, rusun itu jauh dari tempat kerja. "Saya akui itu tanah negara, tapi kami minta ganti rugi. Saya jamin kami pindah dari situ," kata Narti yang mengaku sudah 15 tahun tinggal di sana.
 
Ratnawati, 37, warga lainnya mengaku terpaksa membangun kembali rumah bambu di tanah bekas penggusuran. Aparat kepolisian dan Satpol PP sudah beberapa kali meminta mereka pindah. Akan tetapi, Ratnawati menuntut, ganti-rugi atas bangunan yang sudah dihancurkan.
 
"Kami digusur langsung ada SP3. Suratnya datang pas Magrib dan dikasih satu minggu buat pindah. Hanya jarak tiga hari, alat berat datang. Tidak sesuai dengan waktu seminggu yang dikasih," sesal dia.
 
Menurut Ratnawati, warga sudah lama bermukim di Kapuk Pulo. Bahkan ada yang sudah setengah abad di sana.
 
Hari ini, puluhan warga bersama aktivis melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota. Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberikan ganti rugi dan menyelesaikan masalah relokasi dengan baik.


(FZN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

4 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA