5 Perbedaan Substansi RUU JPSK 2015 Dibandingkan 2012

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 25 Aug 2015 18:33 WIB
jpsk
5 Perbedaan Substansi RUU JPSK 2015 Dibandingkan 2012
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menyebutkan, terdapat lima perbedaan substansi yang terdapat di dalam Rancangan Undang-Undang Jaringan Pengaman Sistem Keuangan (RUU JPSK) 2015 dibandingkan dengan RUU JPSK yang dibentuk pada 2012.

"Pertama, ruang lingkup RUU JPSK yang lama mencakup perbankan asuransi dan pasar SBN. Dalam 2015 hanya perbankan," jelas Menkeu Bambang, di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/8/2015).

Dirinya menambahkan, hal tersebut dikarenakan sektor perbankan merupakan sendi utama sistem pembayaran yang bila bermasalah akan menjadi ancaman ekonomi. Akhirnya, industri asuransi tidak dimaksukkan ke dalam RUU JPSK.

Kedua, penetapan bank berdampak sistemik ditetapkan oleh Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) saat bank bermasalah. "Pada RUU baru, dampak sistemik ditetapkan sebelumnya bermasalah atau predeterment oleh otoritas pengawas setelah koordinasi dengan Bank Indonesia (BI)," terangnya.

Selanjutnya, perbedaan ketiga, meminimalkan pemakaian dana publik. Pada RUU ini, penanganan bank kedepankan dengan private solutions, yakni dengan rencana penyehatan dan pemulihan disusun bank dan disetujui OJK.

Keempat, masalah solvabilitas dalam metode ini disertai penanganan bank oleh LPS, yakni pengalihan aset dan kewajiban. "Kelima, tidak ada pasal imunitas bagi pengambil kebijakan. Namun agar diusulkan ada pendampingan hukum," pungkas dia.


(ABD)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA