10 Negara dengan Pendapatan Penduduk Tertinggi di Dunia (2)

Margaret Puspitarini    •    Selasa, 25 Aug 2015 18:49 WIB
ekonomi dunia
10 Negara dengan Pendapatan Penduduk Tertinggi di Dunia (2)
Australia menjadi salah satu negara yang penduduknya memiliki pendapatan tertinggi di dunia. AFP PHOTO/SAEED KHAN

Metrotvnews.com, Jakarta: Negara dengan produk domestik bruto (PDB) yang sangat tinggi bukan jaminan memiliki PDB per kapita yang besar pula. Karena jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah pendapatan perkapita tersebut.

Setelah Qatar, Luxemburg, Singapura, Norwegia, dan Brunei Darussalam, menempati urutan lima teratas, berikut daftar lima negara lainnya dengan rata-rata pendapatan penduduk terkaya di dunia, seperti dikutip dari The Richest, Selasa (25/8/2015).

(Baca: 10 Negara dengan Pendapatan Penduduk Tertinggi di dunia (1)

6. Hong Kong
Penduduk Hong Kong yang berjumlah 7,2 juta jiwa memiliki rerata pendapatan sebesar USD53.432 atau senilai Rp738 juta dengan total PDB USD289 miliar. Organisasi Buruh Internasional pun melaporkan, rata-rata penduduk Hong Kong memperoleh tunjangan kesehatan sebesar USD1.780 (Rp24 juta) setiap bulan.

Namun, pertumbuhan ekonomi Hong Kong terancam dengan adanya kebijakan daratan Tiongkok serta perlambatan ekonomi Negeri Tirai Bambu secara keseluruhan yang berimbas pada sektor pariwisata dan penurunan penjualan ritel. "Secara struktural, sampai sektor pariwisata berkonsolidasi dan Hong Kong menemukan mesin pertumbuhan baru, saya belum melihat jalan keluar untuk persoalan tersebut," ujar Ekonom, Slivia Liu.

7. Amerika Serikat (AS)
Secara konsisten, Negeri Paman Sam terdaftar sebagai pemilik perekonomian terbesar di dunia dengan PDB sebesar USD17,4 triliun yang merupakan 17 persen dari PDB global. Namun, dengan populasi penduduk lebih dari 321 juta jiwa turut menyeret ranking Amerika Serikat dalam pemeringkatan ini karena rerata pendapatan penduduk mereka hanya sebesar USD51.248 atau senilai Rp708 juta.

Setelah bertahun-tahun dilanda ketidakpastian ekonomi, masa depan Negeri Adidaya itu terbilang cerah. Sebab, menurut federal reserve, baik ekonomi dan pasar kerja AS terus mendapatkan kekuatan. Bahkan, tingkat pengangguran AS yang saat ini sebesar 5,3 persen merupakan titik terendah dalam tujuh tahun.

8. Uni Emirat Arab (UEA)
Seperti kita ketahui bersama, sumber pendapatan UEA sangat bergantung pada sektor minyak. Namun, negara tersebut juga sukses melakukan diversifikasi ekonomi di bidang non-minyak bahkan berhasil tumbuh 8,1 persen pada tahun lalu. Melihat hasil tersebut, UEA pun berencana untuk terus mengembangkan diversifikasi ekonomi di luar sektor perminyakan dengan target pertumbuhan hinga 80 persen pada 2021.

Saat ini, total PDB UEA sejumlah USD401 miliar dan masuk dalam 30 negara dengan PDB terbesar di dunia. Sementara rerata pendapatan penduduk di negara tersebut mencapai USD49.883 (Rp689 juta).

9. Swiss
Krisis ekonomi yang melanda Yunani ternyata berdampak besar bagi negara ini. Swiss National Bank pun sibuk berusaha menekan nilai franc Swiss. Namun, bangsa Eropa Tengah tampaknya tidak perlu khawatir karena komoditas ekspor, termasuk jam tangan elite mereka yang merupakan sektor penting bagi kehidupan ekonomi negara tersebut mengalami kenaikan yang sangat tinggi.

Selain itu, rata-rata pendapatan kotor tahunan Swiss terbilang sangat sehat, yakni USD54.236 atau setara dengan Rp75 juta dan merupakan tertinggi ketiga di dunia. Sedangkan rerata pendapatan per kapita Swiss mencapai USD46.474 (Rp64 juta).

10. Australia
Dengan PDB sebesar USD1,44 triliun dan jumlah penduduk 28,8 juta jiwa, Australia memiliki rerata PDB per kapita yang sehat, yaitu USD44.073 yang setara dengan Rp60 juta. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Australia belum sangat positif karena berdasarkan data selama beberapa bulan terakhir, dolar Aussie berada pada tingkat terendah sejak krisis keuangan global Maret 2009. Ditambah lagi, permintaan internasional untuk produk pertambangan dan pertanian Australia menurun, terutama karena melemahnya permintaan dari Tiongkok.


(AHL)