14 Pemilik Hotel Tak Berizin Diseret ke Pengadilan

Patricia Vicka    •    Selasa, 25 Aug 2015 19:28 WIB
hotel
14 Pemilik Hotel Tak Berizin Diseret ke Pengadilan
Warga melintas di dekat poster yang bertuliskan "Jogja Istimewa Hotelnya" di Yogyakarta, Jumat (31/7). Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta menyeret 14 pemilik hotel yang tak memiliki izin gangguan (hinderordonnantie/HO).

Kepala Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta Nurwidi Hartana mengatakan tengah membawa kasus itu ke pengadilan. Hotel-hotel itu diduga melanggar Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Izin Gangguan. Sebelumnya, pemkot Yogyakarta sudah memanggil sembilan pemilik hotel untuk pemberkasan berita acara pemeriksaan (BAP).

"Kesembilan hotel itu adalah hotel baru. Sedangkan lima lagi hotel lama. Tapi, dari sembilan pemilik yang kami panggil, hanya dua yang datang," kata Nurwidi, di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (25/8/2015).

Ia melanjutkan baru dua hotel yang berkasnya sudah ada dan akan segera diserahkan ke Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta. "Tujuh yang lain belum hadir. Kita akan panggil ulang. Pemeriksaan baru bisa dilakukan apabila penanggung jawab hotel yang datang langsung," kata dia.

Meski begitu, Nurwidi tak mau memaparkan nama-nama hotel yang tak memiliki HO. "Saya tidak mengecek secara detail. Yang penting sudah ditindak tegas," pungkas Widi.

Kejadian ini menurutnya bukan kali pertama. Sebab beberapa bulan sebelumnya pihaknya telah menyeret sembilan hotel tanpa HO ke meja hijau.

"Pada periode Januari hingga Juni, kami sudah menindak sembilan hotel. Setelah ada proses yustisi, pemilik hotel yang divonis bersalah, dikenakan sanksi membayar denda Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Untungnya sekarang mereka sudah melengkapi izin yang kurang," katanya.

Sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2005, ancaman hukuman maksimal kepada usaha yang belum memiliki izin gangguan adalah hukuman penjara maksimal tiga bulan dan denda maksimal Rp50 juta.


(UWA)