Jaga Bilik Narkoba, Kuli Sabu Digaji Rp50 Ribu per Hari

Agus Josiandi    •    Selasa, 25 Aug 2015 20:21 WIB
narkobageliat kampung narkoba
Jaga Bilik Narkoba, Kuli Sabu Digaji Rp50 Ribu per Hari
Dua orang kuli sabu saat diperiksa di Polres Bangkalan. Foto: MTVN/Agus Josiandi

Metrotvnews.com, Bangkalan: Bisnis barang haram narkoba jenis sabu tampaknya terus berkembang. Di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, peredaran narkoba kini mulai menggunakan jasa tenaga kerja (kuli) dengan bayaran harian Rp50 ribu.

AA, 25, dan YS,33, mengaku hanya dibayar harian oleh seorang bandar bernama Rudi. Dalam sehari dia bertugas menjaga bilik narkoba. Kedua kuli narkoba itu menjual paket hemat sabu dengan harga Rp100 ribu.

"Saya dapat barang dari Rudi. Saya hanya disuruh menjual dengan gaji Rp50 ribu per hari," kata AA, saat diperiksa polisi, di Mapolres Bangkalan, Selasa (25/8/2015).

AA dan YS mengaku baru sebulan menjalankan bisnis haram tersebut. Namun demikian, polisi tak lantas percaya karena, dua bilik narkoba tempat keduanya menjual sabu-sabu, diketahui memiliki sarana dan fasilitas lengkap layaknya kafe. Bilik narkoba itu ditemukan di Desa Petung, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan.

"Kami akan kembangkan terus kasus ini, namun kami tak bisa memberi banyak keterangan karena kasus narkoba sangat sensitif. Jadi, jangan sampai jaringan yang ada di atas mereka berdua lepas," kata Kapolsek Tanah Merah AKP Yoyok Prasetyo.

Dari tangan kedua tersangka polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa uang tunai hasil penjualan, alat hisap, dan puluhan paket sabu dengan berat total 4,36 gram.

Istilah bilik narkoba dikenal setelah polisi menemukan ruang kecil tempat mengonsumsi narkoba di Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan. Belakangan bilik narkoba ditemukan juga di desa lain. Salah satunya di Desa Petung.


(UWA)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

5 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA