Bupati Cirebon: Komunis Bahaya Laten

Sobih AW Adnan    •    Selasa, 25 Aug 2015 22:24 WIB
keamanan negara
Bupati Cirebon: Komunis Bahaya Laten
Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi. Foto: MTVN/Sobih

Metrotvnews.com, Cirebon: Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi mengimbau warga agar selalu mewaspadai bangkitnya kembali gerakan komunisme yang dianggap mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia berpendapat, kekhawatirannya muncul akibat maraknya isu kebangkitan paham tersebut di beberapa wilayah lain.
 
“Karena kita lihat sekarang ini ada beberapa kabupaten atau kota yang mulai muncul gerakan komunisme yang diembel-embeli gerakan petani. Ini sebenarnya merongrong NKRI,” kata Sunjaya saat ditemui di ruang kantornya, Selasa (25/8/2015).
 
Bentuk sikap waspada yang dimaksud, kata Sunjaya, adalah dengan melakukan deteksi dan pencegahan dini terhadap gerakan masyarakat yang dicurigai. Dirinya mengimbau agar masing-masing pihak kecamatan dan tokoh masyarakat agar selektif terhadap gerakan-gerakan yang ada.
 
“Jangan sampai Kabupaten Cirebon kecolongan. Baru saja saya sampaikan kepada para camat agar selektif terhadap gerakan di tengah masyarakat,” katanya.
 
Menurut Sunjaya, pada 1965 beberapa titik di Kabupaten Cirebon dianggap sebagai zona merah atau kantung gerakan komunisme melalui Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia menganggap, meskipun sudah lampau, namun tetap harus diwaspadai.
 
“Karena yang dimaksud bahaya laten adalah bahaya yang mengancam terus-terusan, bahaya yang terus merongrong. Saya kira semua pihak juga tidak ingin ada yang mengganggu keutuhan NKRI,” ujar Sunjaya.
 
Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, Sunjaya juga mengaku sudah menyarankan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon agar mengagendakan kembali tradisi pemutaran film pemberontakan G30S/PKI di sekolah-sekolah, tujuannya untuk menguatkan kecintaan para pelajar terhadap NKRI.
 
“Juga agar para pelajar tahu bagaimana susahnya perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan keutuhan bangsa,” pungkas Sunjaya.


(UWA)