Produksi Shale Gas Saka Energi di Texas Meningkat 5x Lipat

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 26 Aug 2015 09:32 WIB
perusahaan gas negara (pgn)
Produksi <i>Shale</i> Gas Saka Energi di Texas Meningkat 5x Lipat
Ilustrasi sumur migas -- FOTO: Media Indonesia

Metrotvnews.com, Jakarta: Anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk, PT Saka Energi Indonesia dan Swift Energi menyatakan kinerja Blok Fasken, Lapangan Shale di Texas, Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil memuaskan.

Direktur Operasional Saka Energi Tumbur Parlindungan menjelaskan, terjadi peningkatan produksi shale gas di blok Fasken telah sesuai proyeksi. Dengan tingkat produksi yang terus meningkat dan kebutuhan shale gas di Amerika yang semakin besar, investasi Saka di blok Fasken diharapkan akan semakin meningkatkan nilai  perusahaan.

"Kinerja blok Fasken telah berjalan sesuai proyeksi. Produksi shale gas yang telah meningkat lebih dari lima kali sejak blok ini mulai berproduksi membuktikan bahwa keputusan strategis ini positif bagi perusahaan," jelas Tumbur dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Tumbur menegaskan, investasi Saka di blok Fasken merupakan investasi langsung pada lapangan gas dan bukan pembelian saham perusahaan. Dengan investasi langsung pada lapangan gas, maka keekonomian investasi tidak terpengaruh oleh nilai perusahaan partner.

Lebih lanjut, jelas dia, investasi langsung pada lapangan gas Fasken ini juga membuat banyak tenaga ahli Saka yang terlibat langsung dalam proses produksi shale gas di blok Fasken.

"Hal ini sejalan dengan tujuan investasi Saka di blok ini yaitu menguasai teknologi know-how, manufacturing process dalam eksploitasi serta menyediakan sumber energi bagi kebutuhan Indonesia ke depan," ungkap Tumbur.

Lapangan Fasken memiliki kandungan shale gas hingga sekitar satu triliun cubic feet gas (TCF). Infrastruktur pipa gas yang mendukung lapangan ini memiliki kapasitas hingga 250 MMSCFD dan dapat melalui LNG plant (Kilang LNG) yang ada di Texas. Ia mengatakan produksi gas ini yang biasanya diekspor dari Amerika ke luar negeri, termasuk Indonesia.

"Gas dalam bentuk LNG inilah yang bisa diekspor dari AS ke pasar luar negeri, termasuk ke Indonesia. Kami berharap inisiatif Saka untuk berinvestasi di blok Fasken ini dapat berkontribusi dalam pemenuhan energi nasional," jelas Tumbur.

Sebagai informasi, dalam pengembangan blok Fasken, Saka Energi membentuk Joint Venture (JV) bersama Swift Energy sejak Juli 2014. Komposisi kepemilikan sahamnya adalah Saka Energi sebesar 36 persen dan Swift Energy 64 persen. JV ini akan beroperasi sampai akhir produksi shale gas dari blok tersebut.

Lapangan Fasken terletak di daerah tren Unconventional Resources Eagle Ford yang memiliki cadangan hidrokarbon sangat besar dan didukung oleh infrastruktur pipa serta infrastruktur LNG yang telah terhubung dengan pasar.

Selain mengelola Blok Fasken di AS, Saka Energi juga memiliki hak partisipasi di sejumlah blok migas di dalam negeri. Misalnya blok migas di Ujung Pangkah dengan hak partisipasi mencapai 100 persen. Kemudian Blok Ketapang (20 persen), Blok South Sesulu (100 persen) dan Blok Bangkanai (30 persen), Blok South East Sumatera (8,9 persen), Blok Muara Bakau (11,66 persen), Blok West Bangkanai (30 persen) dan Blok Muriah (20 persen).


(AHL)