BI Papua Waspadai Dampak Tertekannya Rupiah

Antara    •    Rabu, 26 Aug 2015 11:18 WIB
rupiah melemah
BI Papua Waspadai Dampak Tertekannya Rupiah
Bank Indonesia (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jayapura: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Joko Supratikno mengungkapkan, pihaknya tengah mewasdapai dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) terhadap perekonomian di daerah Jayapura.

"Artinya kita jangan panik tapi tetap waspada. Jangan ikut-ikutan spekulasi beli dolar karena akan menambah tekanan terhadap rupiah," ujarnya, di Jayapura, Rabu (26/8/2015).

Joko menjelaskan, khusus untuk di Papua, pengaruh pelemahan nilai tukar rupiah hampir tidak ada karena penggunaan dolar di daerah itu sangat minim. "Pengaruh ke daerah Papua tidak banyak, produksi yang tergantung dari impor, ada beberapa tapi tidak terlalu signifikan," jelasnya.

Joko menilai, masyarakat Papua tidak terlalu terpengaruh dengan penurunan nilai tukar rupiah sehingga hingga kini situasinya masih terkendali. Masyarakat Papua pun diminta untuk tidak panik karena pemerintah dan BI terus melakukan koordinasi untuk menekan hal-hal yang tidak diinginkan.

Ia menambahkan, upaya pencegahan pelemahan nilai tukar rupiah dilakukan secara nasional, seperti dengan melakukan intervensi terhadap pasar saham agar tidak terjadi aksi-aksi yang dapat menekan nilai rupiah. Diharapkan, pencegahan itu bisa terjadi dan USD tidak semakin menguat.

"Tidak terjadi kepanikan masyarakat untuk melakukan penarikan uang tunai, semuanya masih wajar. Kami meyakini tidak akan ada," pungkasnya.



(ABD)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

4 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA