Warga Terkena Dampak Pembangunan Waduk Jatigede Masih Bertahan

Ismail    •    Rabu, 26 Aug 2015 11:22 WIB
waduk jatigede
Warga Terkena Dampak Pembangunan Waduk Jatigede Masih Bertahan
Foto: Waduk Jatigede yang belum tergenang air di Sumedang, Jawa Barat/Ant_Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Sumedang: Sebanyak 257 warga Desa Jemah, Kecamatan, Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede. Mereka memilih bertahan sebelum pemerintah setempat membayar kompensasi.

Pantauan Metrotvnews.com, ratusan personel TNI dan Polri membantu warga membongkar rumah mereka. Pembongkaran terkait penggenangan Waduk Jatigede yang akan dilakukan 31 Agustus mendatang. Setidaknya ada 200 kepala keluarga (KK) warga yang rumahnya dibongkar. Sementara 57 KK lainnya menolak dibongkar sebab tidak terdaftar sebagai orang terkena dampak (OTD) Waduk Jatigede sehingga belum mendapat ganti rugi.

"Saya masih akan terus bertahan di sini selama kompensasi belum dibayarkan karena saya sangat memerlukan uang itu untuk pindah," kata Darjo, 56, warga Desa Jemah, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu,(26/8/2015).

Warga lainnya, Juariah, 65, juga mengaku bingung harus pindah ke mana. Ia juga mengaku belum mendapatkan dana kompensasi pembangunan bendungan aliran Sungai Cimanuk, itu.

"Saya tidak tahu harus bagaimana, sampai sekarang saya belum dapat uang kompensasi, untuk pindah dan membangun rumah kan butuh uang," ujarnya.

Pejabat Sementara (Pjs) Desa Jemah, Dedi Kusmayadi mengakui masih keluhan warga terkait pembangunan Waduk Jatigede. Dia pun membenarkan masih banyak warganya yang tidak terdata sebagai OTD Waduk Jatigede.

"Ada sebagian masyarakat yang tidak terdata, karena pada waktu pendataan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), mereka tidak ada di tempat karena sedang bekerja di luar kota," kata Dedi.

Dedi mendesak perhatian pemerintah setempat terkait hal ini. Sebab ini menyangkut tempat tinggal warga.

"Termasuk yang tidak bisa pindah karena belum mendapatkan uang kerohiman. Mereka sudah mengajukan komplain," pungkasnya.


(TTD)