Serpihan Misil di Lokasi MH17, Rusia: Produk Kami Ada Dimana-mana

Willy Haryono    •    Rabu, 26 Aug 2015 16:43 WIB
mh17
Serpihan Misil di Lokasi MH17, Rusia: Produk Kami Ada Dimana-mana
Rudal Buk buatan Rusia (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nama Rusia tersangkut tragedi fatal pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 yang terjadi Juli 2014. Pasalnya, misil yang membuat jatuh pesawat itu merupakan produk militer buatan Rusia.

Belum lama ini, tim investigasi MH17 menemukan serpihan misil di tempat jatuhnya pesawat nahas tersebut di Ukraina.

"Anda dapat menemukan misil buatan Rusia di seluruh dunia. Dalam kasus MH17, bukan berarti Rusia yang menjatuhkan pesawat itu," tutur Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin, di kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2015).

Dubes Galuzin menyebut seharusnya Ukraina lah yang disorot dalam kasus MH17. Pasalnya, misil tipe BUK yang menembak jatuh MH17 banyak digunakan di wilayah Ukraina. Menurut pemberitaan sejumlah media internasional, misil itu ditembakkan separatis di wilayah timur Ukraina.

"Rusia sudah tidak lagi menggunakan misil itu karena sudah terlalu tua," kata Dubes Galuzin.

Sebuah lembaga keamanan Rusia mengakui bahwa sebuah rudal Buk yang sudah uzur, digunakan untuk menembak pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina Timur.

Lembaga Alma-Antey mengatakan, rudal Buk M1 ditembakkan dari wilayah selatan Zaroshchenske. Lembaga itu menganalisa kerusakan atas pecahan bom dan mengidentifikasi bahwa rudal itu sebagai 9M38M1 dari sistem Buk M1 system.

Ledakan yang dialami oleh MH17, menewaskan 298 orang penumpang yang berada di dalamnya. Ukraina pun menyalahkan pihak separatis pro-Rusia di balik tragedi ini.

Sebelumnya, Rusia memveto resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai pengadilan internasional bagi pelaku penembakan pesawat MH17. Resolusi ini ditujukan untuk menyeret pelaku penembakan pesawat itu ke pengadilan.

Rusia justru telah menawarkan rancangan resolusi sendiri. Mereka menuntut keadilan dari orang-orang yang bertanggung jawab dalam jatuhnya pesawat itu, tetapi menentang diadakannya pengadilan kriminal terkait bencana MH17 itu.


(FJR)