Penggeledahan PT VSI Tak Salah Alamat, Ini Kronologinya

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 26 Aug 2015 16:48 WIB
kasus korupsi
Penggeledahan PT VSI Tak Salah Alamat, Ini Kronologinya
Gedung Kejaksaan Agung. (MI/M Irfan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Agung menegaskan, penggeledahan kantor PT Victoria Sekuritas Indonesia (VSI) sesuai prosedur. Bahkan, Kejagung telah mendapat izin dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat buat menggeledah perusahaan sekuritas itu.

Kepala Sub Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung Sarjono Turin mebeberkan kronologis penggeledahan tersebut. Dari penggeledahan yang dilakukan penyidik, ditemukan bukti PT VSI berafiliasi dengan Victoria Securities International Corporation (VSIC).

"Kami akan buktikan langkah hukum yang kami lakukan itu tepat. Langkah-langkah itu sudah ada izin dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dan latar belakang kami melakukan penggeledahan karena beberapa yang bersangkutan (Direktur PT VSI Lislilia Jamin) berkali-kali dipanggil untuk pemeriksaan itu tidak kooperatif," jelas Turin di Kejagung, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2015).

VSIC diketahui terbelit kasus dugaan korupsi penjualan hak tagih atau pengalihan piutang (cessie) pada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang tengah diselidiki Satgassus Kejagung.

Dalam berita acara penggeledahan Satgassus Kejagung, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan No: Print-23/F/Fd.1/04/2015 tanggal 7 April 2015 tentang dugaan tindak pidana korupsi penjualan tiga hak tagih/cessie oleh BPPN tahun 2013 kepada VSIC, penyidik Satgassus PPTPK telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi dari berbagai pihak yakni saksi dari BPPN, debitur, Kementerian Keuangan dan Investor VSIC.

Namun, saksi dari pemilik dan komisaris PT VSI Suzanna Tanojo dan Direktur VSIC Lita Rosela selaku sekaligus sekretaris Suzanna Tanojo, mangkir empat kali tanpa alasan. Sehingga, penyidik memutuskan untuk melakukan penggeledahan.

Rabu, 12 Agustus 2015

Berbekal persetujuan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Satgassus mendatangi alamat kantor Victoria Securities Indonesia (VSI) di Gedung Panin Bank, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat untuk melakukan penggeledahan.

Namun, setelah mendatangi alamat tersebut diperoleh informasi, kantor VSI telah pindah ke Gedung Panin Tower lantai 8 Senayan City, Jakarta Pusat. Satgassus dibantu tenaga IT Forensik, Tim PAM Intelijen, dan personel kepolisian lalu bergerak ke alamat di kawasan Senayan City itu.

Tepat pukul 16.00 WIB, tim menggeledah tiga ruang yakni ruang kerja Komisaris PT VSI Aldo Yusuf Cahaya, ruang kerja Suzanna dan ruang kerja Lita Rosella.

Saat menggeledah ruangan Aldo, Suzanna dan Lita diam-diam meniggalkan ruangan. Namun, barang pribadi berupa HP, tas, laptop, sweater, uang tunai dollar Singapura, rupiah tertinggal di dalam ruangan.

Dari hasil penggeledahan di tiga ruang tersebut disita dokumen berupa akta pendirian PT Victoria Securities beserta perubahannya yang terakhir bernama PT VSI, scan Surat Panggilan semua saksi dari PT VSI antara lain Suzanna Tanojo dan Lita Rossela yang beralamat Jalan Sudirman komplek Gelora Senayan. Tak hanya dokumen, disita pula sepucuk senjata api peluru karet jenis pistol merek Walther beserta peluru.

Sekira pukul 23.00 WIB, penyidik Satgassus didatangi 20 Polisi dari Jatanras Polda Metro Jaya kurang lebih 10 orang, menanyakan keabsahan tindakan penggeledahan.

Lanjut, pukul 24.00 WIB, penyidik Satgassus kembali didatangi tujuh Polisi dari Reskrimsus Polda Metro Jaya, menanyakan keabsahan tindakan penggeledahan. Setelah diberi penjelasan, personel polisi itu bisa memahami. Walhasil, penggeledahan rampung pada Kamis 13 Agustus sekitar pukul 02.00 WIB.

Kamis, 13 Agustus 2015

Penggeledahan dilakukan kembali, dimulai pukul 13.00 WIB, sampai 23.00 WIB. Dari penggeledahan tersebut, disita satu lembar fotocopy surat No: 662/Bks.ut/L.A/1997 tanggal 10 November 1997 perihal pemecahan sertifikat PT Adyaesta Ciptatama dari Bank Tabungan Negara (Persero) yang ditujukan kepada Badan Pertanahan Nasional di Karawang, Jawa Barat.

Fotocopy dokumen Surat Pernyataan Penyerahan Sertifikat dari PT Adyaesta Ciptatama dan fotocopy dokumen Surat No: 400/N/XI/1997 tanggal 19 November 1997 dari Notaris Ida Suryana, notaris di Karawang yang ditujukan kepada PT BTN cabang Bekasi.

Satu budel asli dan fotocopy dokumen dalam bussiness file, bussiness day PT Victoria Sekuritas periode 24 Maret 2006. Satu kotak kartu nama atas nama Jenderal TNI (purn) F selaku Director Victoria Securities International Corp dengan alamat Wisma Bakrie 2, Rasuna Said Kav. B-2 Jakarta.

Empat lembar asli dokumen yang bertuliskan debitur: PT Jestrindo Surya Cemerlang. Satu budel asli dokumen yang bertuliskan Laporan Hasil Peninjauan Tanah PT Sentra Loka Adyabuana. Satu lembar fotocopy Surat Perintah Kerja No: 024/PT.SA/IX/2014tanggal 1 September 2014 dari PT Sentraloka Adyabuana yang ditujukan kepada Suzanna Tanojo.

Jumat, 14 Agustus 2015

Penggeledahan ketiga dimulai 09.00 WIB, ditemukan dan disita antara lain; dokumen daftar aset kredit yang akan dilelang oleh BPPN tahun 2002/2003, Hak tagih/ cessie yang dibeli oleh VSIC hasil lelang oleh BPPN, beberapa cap stempel dan stempel tanda tangan dari perusahaan, baik perusahaan berbadan hukum asing maupun berbadan hukum Indonesia, dokumen surat menyurat VSIC yang dibuat dan ditanda tangani oleh Lita Rossela dan Ong Jee Moh selaku Direktur.

Selasa, 18 Agustus 2015

Penggeledahan dimulai 14.00 WIB, yang merupakan kelanjutan dari penggeledahan sebelumnya dengan menginventarisasi surat dokumen yang terkait dengan perkara yang sedang disidik.


(TII)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

10 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA