Keluar Gedung KPK, Wakil Ketua DPRD Muba Menutup Wajah

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 26 Aug 2015 17:19 WIB
kasus suap
Keluar Gedung KPK, Wakil Ketua DPRD Muba Menutup Wajah
Wakil Ketua DPRD Musi Banyuasin Aidil Fitri tuntas--Metrotvnews.com/Yogi Bayu Aji

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPRD Musi Banyuasin Aidil Fitri tuntas menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, dia yang juga jadi tersangka enggan bicara banyak menyangkut hasil pemeriksaan.

Aidil keluar Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pukul 16.15 WIB, Rabu (26/8/2015). Dia terus menghindari sorotan kamera wartawan dengan cara menutup wajah dengan tangan.

Aidil diperiksa untuk tersangka Bupati Muba Pahri Azhari dan istrinya, Lucianty. Ini pemeriksaan awal. Penyidik belum banyak memberi pertanyaan. "Belum-belum. Kita belum tahu sih baru sekitar pertanyaan perkenalan saja dengan Lucianty," kata Aidil di Gedung KPK, Rabu (26/8/2015).

Dia menampik ada aliran dana dari Pemkab Muba ke DPRD. "Belum ada," pungkas pria yang mengenakan kemeja ungu ini.

Hari ini, empat pimpinan DPRD Musi dipanggil KPK. Mereka dimintai keterangan dalam kasus dugaan suap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2014 Bupati Pahri Azhari dan pengesahan APBD 2015 Kabupaten Muba.

Pimpinan DPRD Muba yang dipanggil adalah Ketua DPRD Riamon Iskandar, serta tiga wakil ketua DPRD, Darwin, Islan hanura, Aidil Fitri. Keempat, diketahui, juga sudah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat 21 Agustus kemarin.

"Mereka diperiksa untuk tersangka Pahri Azhari (Bupati Muba) dan Lucianty (istri Pahri)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Rabu pagi.

Selain keempat, KPK juga akan memintai keterangan terhadap Anggota DPRD Muba Bambang Karyanto yang juga seorang tersangka. "Dia juga diperiksa untuk tersangka Pahri Azhari dan Lucianty," jelas dia.

Diduga kuat, pada tersangka diperiksa untuk melihat keterlibatan anggota DPRD Muba lainnya dalam kasus ini. Diketahui, lembaga antikorupsi sedang membidik ketua fraksi di DPRD Muba. "(Saat ini) masih pendalaman dugaan keterlibatan tidaknya ketua-ketua fraksinya," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji.

Kasus suap DPRD Muba terbongkar pada operasi tanggap tangan KPK pada Jumat 19 Juni 2015. Saat itu, KPK menciduk Anggota DPRD Muba dari Fraksi PDIP Bambang Karyanto, Anggota DPRD Muba dari Fraksi Gerinda Adam Munandar, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Muba Syamsudin Fei dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Muba Fasyar.

Saat penangkapan empat tersangka, penyidik KPK menemukan uang tunai sekitar Rp2,5 miliar dalam pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu dalam tas merah marun yang diduga uang suap. Diduga, uang itu adalah suap untuk anggota DPRD dalam pembahasan RAPBD Muba 2015.

Dalam perkembangannya, KPK juga telah menetapkan Bupati Muba Pahri Azhari dan Istrinya, Lucianty Pahri yang juga Anggota DPRD Sumatera Selatan menjadi tersangka. Mereka menyusul empat tersangka sebelumnya yang lebih dulu dijerat KPK dalam operasi tangkap tangan.


(YDH)