Analis: Rencana Buy Back Emiten BUMN Keliru

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 26 Aug 2015 17:19 WIB
bumn
Analis: Rencana <i>Buy Back</i> Emiten BUMN Keliru
BEI. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta:‎ Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang menginginkan 13 emiten perusahaan BUMN bisa menjalankankan buyback saham yang bertujuan menstabilkan pasar modal dan menyelamatkan harga saham BUMN.

Menanggapi hal itu, Analis Investa Sarana Mandiri, Kiswoyo Adi Joe mengatakan langkah emiten BUMN di sektor konstruksi merupakan hal yang keliru karena emiten tersebut membutuhkan dana besar untuk melakukan banyak proyek dari pemerintah.

"Saya tidak setuju emiten BUMN konstruksi‎ buy back karena mereka perlu banyak dana untuk kerjakan proyek pemerintah," ujar Kiswoyo di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Dia berpendapat rencana buy back saham yang dilakukan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), dan emiten BUMN pada sektor pertambangan  tidak perlu dilakukan.

"Garuda yang masih rugi tidak usah buy back, Semen Baturaja tidak berpengaruh ke indeks, kalau pertambangan memang lagi susah," jelas dia.

Dia menambahkan, sektor perbankan pelat merah harus mengamati pasar terlebih dahulu sebelum melakukan buy back. Jika penyaluran kreditnya sedang melambat dan tidak membutuhkan modal serta memiliki dana tunai, maka disarankan untuk buy back saham.

"Jika mereka enggak butuh modal untuk penyaluran kredit, boleh buy back, khususnya BNI yang turun hingga 40 persen‎. Kalau BRI dan Mandiri, buy back saham harus tunggu momen tepat ketika harga saham di bawah per saham," sebut dia.

Sebelumnya, Ekonom Faisal basri, menuturkan jika perusahaan BUMN memiliki uang lebih, seharusnya mempercepat investasi dibanding buy back saham.  Faisal berpendapat menggelontorkan uang sampai Rp10 triliun untuk buy back saham sama saja menggarami lautan karena tidak akan ada hasilnya. 



(SAW)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

6 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA