Menperin: Industri Garmen Bakal Menciptakan Lapangan Kerja

Husen Miftahudin    •    Rabu, 26 Aug 2015 17:22 WIB
kementerian perindustrian
Menperin: Industri Garmen Bakal Menciptakan Lapangan Kerja
Ilustrasi industri tekstil di Majalengka. FOTO ANTARA/Rezza Estily

Metrotvnews.com, Boyolali: Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, pengembangan industri garmen semakin mengarah ke bisnis yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Pelaku industri ini membidik produksi bahan baku serat kain hingga masuk ke sektor retail yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir.

Hal ini diikuti pula dengan aliran investasi dan pendirian pabrik baru serta perluasan fasilitas produksi Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Menurut Saleh, investor dan pelaku bisnis menilai Indonesia tetap prospektif untuk penanaman modal jangka panjang.

"Pelaku industri garmen  semakin agresif berekspansi menambah pabrik dan memperluas pasar ekspor. Untuk industri padat karya seperti garmen, maka berarti lapangan kerja semakin banyak tercipta," ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/8/2015).

Kemenperin mencatat, industri tekstil berperan sebagai penyumbang devisa, penyedia sandang nasional dan menyerap tenaga kerja sebesar 10,6 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur. Secara lebih luas, di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah terdaftar investasi baru senilai Rp2.500 triliun.

"Apalagi sepanjang semester I-2015 ini cukup banyak investasi baru yang saya resmikan, sejumlah 15 industri yang tersebar di Bekasi, Cikarang, Cilegon, Bogor, Karawang, Garut, Gresik, Semarang, Boyolali, Palu hingga Morowali termasuk investasi baru PT. Eco Smart Garment ini," pungkas Saleh.

 Seperti diketahui, sepanjang triwulan I-2015, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) naik 25,4 persen menjadi Rp455,1 miliar dari periode yang sama 2014 yang sebesar Rp362,8 miliar. Sedangkan untuk Penanaman Modal Asing (PMA), tekstil sampai dengan triwulan I-2015 investasinya mencapai USD63 juta atau sekitar Rp850,5 miliar.



(SAW)