Ibu dan Anak Menangis di Pengadilan Tipikor

- 19 Juni 2013 16:38 wib
ANTARA/Widodo S Jusuf
ANTARA/Widodo S Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Maria Elizabeth Liman terisak di bangku pengunjung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (18/6). Bunda, begitu Maria biasa disapa koleganya, meneteskan air mata saat Arya Abdi Effendi membacakan salah satu bagian dari nota pembelaan yang menyebut nama Maria.

"Untuk Mama, seluruh keluarga besar, bos yang berusia 67 tahun, saya mohon maaf dan ampun. Mohon bisa memaafkan anak Mama. Karena sebagai anak belum bisa memberikan kebahagiaan. Tabah ya bos, karena prahara pasti berlalu. Anakmu Dio selalu mendampingi dan berbakti padamu, bos," kata Arya saat membacakan pledoi.

Pada saat bersamaan, Arya yang duduk di kursi pesakitan nampak menangis dan menahan emosi. Ia sempat berhenti sejenak membacakan pledoi. Di sudut kanan Arya, tepatnya di bangku pengunjung, Maria nampak menangis sesenggukan.

Beberapa saat kemudian, Maria mengusap air mata yang mengalir di pipinya. Maria buru-buru sadar, sebab banyak kamera televisi di depan yang menyorot wajahnya. Untuk menghindari kamera, sesekali ia melihat ke sekitar ruang sidang.

Maria menghadiri sidang dugaan suap pengurusan impor daging sapi di Kementerian Pertanian di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Sidang dengan dua terdakwa dari PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi, mengagendakan pembacaan pembelaan. Pekan lalu keduanya dituntut hukuman 4,5 tahun penjara. Dalam kasus yang sama, Maria selaku Direktur Utama Indoguna juga jadi tersangka.

Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi didakwa memberikan hadiah atau janji berupa uang Rp 1,3 miliar kepada anggota DPR sekaligus mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luhtfi Hasan Ishaaq. Pemberian uang itu dilakukan melalui orang dekat Luhtfi, Ahmad Fathanah. Tujuannya agar Indoguna Utama mendapatkan tambahan kuota impor.

Jaksa mendakwa Juard dan Arya secara alternatif, yakni melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau Pasal 5 Ayat 1 huruf b, atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Ancaman hukumannya ialah maksimal lima tahun penjara. Pekan lalu keduanya dituntut 4,5 tahun.

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…