Tes Calon Pimpinan KPK

Yotje: KPK Dapat Info dari Tukang Loak Langsung Sadap

Dheri Agriesta    •    Rabu, 26 Aug 2015 17:35 WIB
capim kpk
Yotje: KPK Dapat Info dari Tukang Loak Langsung Sadap
Antara Foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Irjen Purn Yotje Mende menilai Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki sejumlah kelemahan dan perlu diperbaiki. Undang-Undang itu seharusnya mengatur secara jelas tata cara penyadapan.

"Pada 1981 ketika KUHAP diberlakukan, ada kelemahan pasal dan harus diatur dalam peraturan pelaksana. Konsep ke depan, dalam jangka menengah buat peraturan pelaksana. Sekarang yang banyak dipermasalahkan itu penyadapan. Undang-Undang itu belum atur secara jelas penyadapan. Terus terang saja ada info di Mabes, KPK dapat info dari tukang loak langsung sadap," kata Yotje saat wawancara terbuka calon pimpinan KPK di Gedung III Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015).

Yotje menilai, kelemahan KPK lainnya adalah soal intelijen. Karena itu, ia akan membentuk Satuan Tugas Intelijen KPK jika terpilih menjadi pemimpin lembaga antikorupsi. Satgas intelijen akan ada di bawah deputi penindakan. Ia berjanji menggandeng Polri dan Kejaksaan membentuk Satgas. "Yang pimpin harusnya dari KPK, sebagai koordinator," kata dia.

(Klik: Capim KPK Yotje Mengaku Lupa Isi LHKPN)

Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Destry Damayanti meminta pendapat Yotje soal penyidik independen KPK. Yotje menyampaikan, sesuai Pasal 45 KPK dapat mengangkat penyidiknya sendiri. Namun, ia mempertanyakan kemampuan KPK mengangkat penyidik independen.

"Pengalaman kami 10 tahun melakukan penyidikan kadang salah. Kalau mau angkat penyidik independen latih dulu dan dididik dengan baik. Menurut saya penyidik independen untuk KPK sekarang, belum. Kami setuju independen, tapi jangka panjang," ujar Yotje.


(TRK)