Capim KPK Yotje Akan Ambil Kasus Korupsi Mangkrak di Polri

Dheri Agriesta    •    Rabu, 26 Aug 2015 18:23 WIB
capim kpk
Capim KPK Yotje Akan Ambil Kasus Korupsi Mangkrak di Polri
Irjen Pol Yotje Mende--Metrotvnews.com/Dheri Agriesta

Metrotvnews.com, Jakarta: Irjen Pol Yotje Mende ditantang untuk mengambil alih kasus korupsi yang mangkrak di kepolisian dan disinyalir melibatkan oknum polisi. Hal tersebut jika jenderal bintang dua ini terpilih menjadi pimpinan KPK.
 
"Ketika jadi pimpinan KPK, kalau masih ada masalah kepolisian dan yang mangkrak, berani ambil alih?" tanya anggota pansel KPK Yenti Garnasih dalam wawancara terbuka di Gedung III Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015).

Yotje menjawab bahwa dirinya berani mengambil kasus tersebut, namun tetap dengan pendekatan yang baik. "Saya berani lakukan, tapi tetap beretika. Lakukan pendekatan dengan baik. Bisa dilakukan," jawab Yontje.

Yenti kemudian meminta pendapat Yotje jika kasus korupsi di tubuh Polri kemudian ditangani lembaga lain selain polisi. Yotje dengan lugas menjawab tak setuju dengan hal ini.

Sebab, Polri dirasa punya kewenangan untuk mengusut kasus yang ada dilakukan oknum kepolisian. Apalagi, jika polisi merupakan pihak pertama yang menemukan dan memproses kasus itu.

"Kalau Polri lebih dulu mengetahui kasus itu dan sudah diproses silakan saja, yang lain tidak boleh intervensi," jawab Yontje.

Yenti pun menanyakan kembali pendapat Yotje. Ahli Tindak Pidana Pencucian Uang itu menanyakan kemungkinan kasus itu diambil alih jika mangkrak di Kepolisian. Yotje pun luluh. "Bersedia," kata Yotje pelan.

Seolah tak puas, Yenti menagih komitmen Yotje. "Janji ya pak, janji ya pak," cecar Yenti.

Yotje menjawab sembari mengangguk. "Bersedia," kata dia.

Yotje merupakan jenderal bintang dua yang berasal dari keluarga kepolisian. Orangtua laki-laki Yotje merupakan Polisi, demikian juga putranya. Tak hanya itu, istri dan mertua Yotje juga berasal dari kepolisian.

Namun, Yotje menjamin hal itu tak akan mempengaruhi integritas dia jika terpilih sebagai pimpinan KPK. Ia berjanji tak akan pandang bulu dalam memberantas korupsi.

"Komitmen kami terkait pemberantasan korupsi sudah sejak dulu dibawa bahwa tegakkan hukum harus dilaksanakan secara konsekuen dan tak pandang bulu. Pelanggaran sekecil apapun tetap kami proses. Saat jadi anggota, kasat reserse, kebijakan di level tertentu kami serahkan pada pimpinan," jelas dia.


(YDH)