Istana Kaji Kerugian Penundaan Pilkada

Desi Angriani    •    Rabu, 26 Aug 2015 19:34 WIB
pilkada serentak
Istana Kaji Kerugian Penundaan Pilkada
Pramono Anung---MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah masih mengkaji kerugian penundaan Pilkada serentak 2015 akibat kendala pasangan calon tunggal. Banyak hal dipertimbangkan dan dibahas dalam kajian tersebut.

"Apakah yang seperti ini akan dikorbankan? Ini yang menjadi pemikiran pemerintah untuk mengkaji kembali," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung, di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (25/8/2015).

Menurut Pramono, hak warga mendapatkan pemimpin dan pengoptimalan pembangunan menjadi kajian utama. Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo kembali akan mengadakan pertemuan konsultatif dengan pimpinan Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

"Untuk mengambil jalan keluar yang bisa diterima semuanya," ungkap dia.

Pramono menerangkan, upaya ini diambil karena pemerintah memperhatikan kepentingan rakyat. Apalagi, kata dia, sebagian daerah yang bercalon pemimpin tunggal memang memiliki kandidat petahana yang dinilai punya kinerja baik di mata masyarakat.

"Sebab dalam demokrasi kedaulatan itu tidak boleh dinafikkan. Dan juga untuk mencalonkan itu kan juga diatur dalam UU kita," imbuh politikus PDI Perjuangan ini.

Terkait kemungkinan digunakannya Peraturan Pemerintah Pengganti UU (perppu) dalam penundaan pilkada, Pram ogah berkomentar. "Ya bisa macam-macam," kata dia.


(TII)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

23 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA