Industri Ban Terpukul Akibat Anjloknya Rupiah

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 26 Aug 2015 20:16 WIB
industri ban
Industri Ban Terpukul Akibat Anjloknya Rupiah
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelemahan rupiah hingga melewati level Rp 14.000 per USD sangat mempengaruhi pelaku industri. Salah satu industri yang terkena dampak pelemahan rupiah adalah industri ban yang mayoritas menggunakan konten impor sebagai bahan baku.

"Kita terpuruk sekarang. Kenapa? Kita ada 15 industri dan hanya 15 persen konten lokal sementara yang lainnya impor," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia, Aziz Pane di Semanggi, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015).

Dirinya menambahkan, dengan penguatan dolar tersebut memaksa para pengusaha mengurangi impor. "Karena dolar naik kita kurangi impor tapi kita juga kurangi ekspor karena produksi yang berkurang," sambung dia.

Padahal, masih menurut Aziz, industri ban tergolong industri yang sangat startegis. Dengan menyerap hampir 80 persen karet alam, maka pertumbuhan industri ban akan sangat mempengaruhi penyerapan bahan baku dari 18 juta petani karet yang ada di Indonesia.

Selain itu, penggunaan ban juga akan sangat dimanfaatkan oleh industri lain di sektor perikanan, pertanian, dan pertambangan. 

"Ban yang angkut semua hasil perikanan pertanian, pertambangan, tapi penjualan dalam negeri anjlok sehingga aktivitas terhambat," terangnya.

Dengan kondisi seperti ini, maka industri ban sangat terpukul, meskipun dirinya tidak bisa memprediksi apakah pengusaha ban mampu lolos dari kondisi tersebut. 

"Oleh karena itu industri ban sangat terpukul. Daya tahan (industri ban pada tahun) 98 masih lolos, enggak tahu kalau sekarang," pungkas Aziz.



(SAW)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

7 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA