Berpijak ke AD-ART, Pemilihan Ketum INSA Diharap Ada Rekonsiliasi

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 26 Aug 2015 20:24 WIB
pelayaran
Berpijak ke AD-ART, Pemilihan Ketum INSA Diharap Ada Rekonsiliasi
Ilustrasi dunia pelayaran. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/

Metrotvnews.com, Jakarta: Rapat Umum Anggota (RUA) Indonesia National Shipowners Association (INSA) sempat terjadi kesalahpahaman. Sehingga pihak panitia pelaksana RUA INSA diharapkan ada rekonsiliasi, demi masa depan INSA yang lebih baik.

"Kami berharap ada rekonsiliasi antara kedua belah pihak, (kubu Carmelita Hartoto dan Johnson W. Sutjipto), agar organisasi ini tetap berjalan. Caretaker segera dibentuk," kata Ketua Panitia Pelaksana RUA INSA ke-16 tahun 2015, Lolok Sudjatmiko, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/8/2015).

Dia menuturkan, pelaksanaan RUA INSA ke-16 tahun 2015 berjalan lancar meskipun sempat terjadi insiden, yakni Ketua Sidang Pleno 3 tidak mengesahkan hasil pemilihan karena ada keberatan dari pihak Carmelita Hartoto tentang surat suara yang tidak sah yang sudah disepakati oleh para saksi, tetapi fisiknya hilang.

Dia menegaskan pemegang mandat yang hadir dan menggunakan hak suaranya pada pemilihan Ketua Umum INSA periode 2015-2019 dalam RUA INSA ke-16 tahun 2015 adalah sebanyak 574 orang sesuai dengan surat suara masuk.

"Jumlah peserta mandat yang hadir untuk menggunakan hak suaranya adalah sebanyak 574 orang. Itu berdasarkan surat suara yang masuk. Sebanyak 386 suara memilih Johnson W Sutjipto, 363 memilih Carmelita Hartoto, 5 surat suara dinyatakan tidak sah," jelasnya.

Oleh karena itu, dia menegaskan tidak diperlukan adanya RUA Luar Biasa atau RUA lanjutan, karena semua tahapan pemilihan sudah dijalankan dengan lancar.

"Hanya, ada insiden bahwa Ketua Sidang Pleno 3, tidak mengesahkan hasil pemilihan karena ada keberatan dari pihak Carmelita Hartoto tentang surat suara yang tidak sah yang sudah disepakati oleh para saksi, tetapi fisiknya hilang," bebernya.

Sebagai Panitia Pelaksana, pihaknya mengaku senang dengan jalannya proses RUA tahun ini sehingga seharusnya RUA INSA dapat selesai dengan baik-baik.

"Ke depan, kita berharap terbentuk panitia rekonsiliasi, sebab kalau kita berpijak kepada AD ART, tidak mudah untuk memenuhi persyaratan bagi diadakannya RUA Luar Biasa," tegasnya.

Di sisi lain, tambah dia, banyak hal yang harus diurus oleh INSA, apalagi dalam rangka mendukung program pemerintah guna mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia sehingga roda organisasi ini harus tetap jalan.

"Kami berharap, kebesaran hati cari semua calon demi masa depan organisasi INSA yang lebih baik," pungkas dia.


(AHL)