Minta KTP Tuhan Dicabut, ISNU: MUI Melanggar HAM

Amaluddin    •    Rabu, 26 Aug 2015 21:23 WIB
unik
Minta KTP Tuhan Dicabut, ISNU: MUI Melanggar HAM
Tuhan menunjukan identitasnya di Desa Kluncing, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (21/8). Foto: Antara/Budi Candra Setya

Metrotvnews.com, Surabaya: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim meminta agar nama Tuhan diganti atau ditambah mana lain karena dianggap melanggar etika.

Namun, Wakil Ketua Ikatan Sarjana Nahdhotul Ulama (ISNU) Jawa Timur, Ahmad Zainul Hamdi, menyebut sikap MUI itu berlebihan dan kontraproudktif. Sebab, jika permintaan MUI itu dikabulkan, sama halnya melanggar hak asasi manusia.

"Saya yakin (Tuhan) di lingkungannya nggak ada masalah. Justru sebaliknya, munculnya pernyataan MUI tersebut secara tidak langsung akan berdampak bagi psikologi pemilik nama Tuhan itu," kata dosen Ushuluddin di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu, saat dihubungi, Rabu (26/8/2015).

Menurut inung, tak perlu dipersoalkan kepemilikan nama Tuhan itu. Sebab, kata dia, tak sedikit orang menggunakan nama tuhan.

"Misalnya nama Qodir. Qodir adalah nama Tuhan. Nah, jika Tuhan harus diganti atau ditambahi, maka warga yang menggunakan nama Qodir juga harus mengganti nama dong," katanya.

MUI tak hanya minta nama 'Tuhan' diganti. MUI juga meminta agar Tuhan tidak bisa mengakses layanan apapun dari pemerintah sebelum mengganti atau menambahi namanya.


(UWA)